Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Luas Panen Padi di Cirebon Baru 18.965 Hektare

Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mencatat luas panen tanaman padi di Kabupaten Cirebon hingga Jumat (10/5/2024) baru seluas 18.965 hektare.
Petani merontokkan padi hasil panen di areal persawahan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/10/2018)./JIBI-Rachman
Petani merontokkan padi hasil panen di areal persawahan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/10/2018)./JIBI-Rachman

Bisnis.com, CIREBON - Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mencatat luas panen tanaman padi di Kabupaten Cirebon hingga Jumat (10/5/2024) baru seluas 18.965 hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Samsina mengatakan belasan hektare sawah yang sudah memasuki masa panen itu tersebar di 35 kecamatan.

Wilayah dengan lahan paling luas ada di Kecamatan Karang Sembung seluas 1.347 hektare. Kemudian, disusul oleh Ciwaringin 1.143 hektare, Sedong 1.121 hektare, Dukupuntang 1.117,  Babakan 945 hektare, Gempol 920 hektare, dan Waled 912 hektare.

Sementara, masa tanam padi yang dilakukan di Kabupaten Cirebon pada Januari 2024 dilakukan di 23.094 hektare. Puluhan hektare itu menyebar di seluruh wilayah kecamatan.

"Ribuan hektare ini merupakan hasil dari masa tanam yang dilaksanakan mundur ke Januari 2024. Sebagian lainnya diperkirakan akan memasuki masa panen pada Mei hingga Juni 2024," kata Samsina di Kabupaten Cirebon, Jumat (10/5/2024).

Salah satu faktor mundurnya masa panen terjadi karena sebagian sawah terkena banjir. Sedikitnya 943,5 hektare tepatnya di wilayah Kabupaten Cirebon bagian timur terendam banjir selama tiga hari.

Ratusan hektare sawah itu berada di sembilan kecamatan yakni Waled, Ciledug, Pabedilan, Losari, Pabuaran, Karangwareng, Babakan, Gebang, dan Pangenan.

Menurut Samsina, penyebab ratusan hektare lahan terendam yakni, akibat luapan dari beberapa sungai besar yang melintang di Kabupaten Cirebon.

Permasalahan banjir di lahan pertanian, kata Samsina, menjadi tanggung semua pihak, salah satunya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung sebagai otoritas. "Banyak terjadi pendangkalan di irigasi, sehingga air tidak mampu tertampung," kata Samsina.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hakim Baihaqi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper