Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Percepat Serap Investasi, Sumedang Bakal Gelar Investment Summit

Pemkab Sumedang bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumedang bakal menggelar Investment Summit guna menawarkan potensi investasi di Sumedang.
Penjabat (Pj) Bupati Sumedang Yudia Ramli
Penjabat (Pj) Bupati Sumedang Yudia Ramli

Bisnis.com, BANDUNG -- Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumedang bakal menggelar Investment Summit guna menawarkan potensi investasi di Sumedang.

Penjabat (Pj) Bupati Sumedang Yudia Ramli mengatakan gerakan yang diinisiasi oleh Kadin ini merupakan langkah positif untuk berproses dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi baru.

"Kadin sebagai mitra pemerintah di daerah diharapkan terus menciptakan kesepahaman dalam menciptakan iklim usaha yang baik," katanya.

Yudia menilai gerakan menjadi sangat strategis untuk menciptakan efek positif dalam penyerapan tenaga kerja serta peningkatan sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Investasi merupakan salah satu cara untuk peningkatan PAD dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumedang," katanya. 

Nantinya dalam gelaran tersebut akan banyak menghadirkan investor untuk melihat potensi investasi di Sumedang.

"Dalam Investment Summit potensi daerah ditawarkan kepada investor yang akan masuk ke Sumedang yang diharapkan akan meningkatkan ekonomi di Sumedang," kata Ketua Kadin Sumedang Thomas Dharmawan.

Dalam pertemuan tersebut dibahas juga  Surat Edaran Pj Gubernur Jawa Barat Nomor 05/KU.04.02.05/PEREK tentang Pengembangan Dunia Usaha di Jawa Barat, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumedang menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan kebijakan tersebut.  

"SE Gubernur Jawa Barat ini secara rinci mengatur bagaimana dunia usaha di Jawa Barat ditumbuhkembangkan dengan melibatkan Kadin sebagai mitra startegis pemerintah," tuturnya.

Thomas juga mengajukan permohonan diberi lahan pinjam pakai untuk dijadikan Kantor Kadin Sumedang. 

"Saya harapkan dengan Kadin memiliki kantor, ke depannya semua asosiasi usaha seperti  PHRI, IWAPI maupun HIPMI bisa bersatu di sana," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper