Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ridwan Kamil Serahkan Bantuan kepada Peternak yang Terkena PMK

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi salah satu RW di Desa Mekarjaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung yang mayoritas warganya beternak sapi.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menaruh perhatian serius pada penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi salah satu RW di Desa Mekarjaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung yang mayoritas warganya beternak sapi.

Kunjungan dilakukan karena berdasarkan laporan ada sekitar 400 ekor sapi peliharaan yang menjadi suspek PMK.

“Pak Gubernur berdialog dengan para peternak dan warga, beliau minta warga bersabar setelah Covid-19 sekarang ada PMK. Di kesempatan tersebut Pak Gubernur juga menyampaikan bantuan obat-obatan dan APD serta disinfektan,” kata Kepala DKPP Jabar Moh Arifin Soedjayana di Bandung, Rabu (8/6/2022).

Menurutnya kunjungan ke lokasi peternakan yang terkena PMK tersebut dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan. Menurut Arifin, dari 400 sapi yang suspek PMK, hanya ada dua ekor anak sapi atau pedet yang mati.

“Sekarang rata-rata menuju kesembuhan, tadi juga dalam kunjungan Pak Gubernur ada dokter hewan dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung memastikan selain diberikan obat-obatan bantuan dari provinsi dan kabupaten, warga juga memakai herbal seperti lemon dan kunyit jadi kesembuhannya cepat,” katanya.

Sebelumnya, Ridwan Kamil memastikan penanganan PMK tak jauh berbeda dengan COVID-19. Pemprov Jabar membuat gugus tugas dari tingkat kota atau kabupaten hingga desa.

"Saat ini yang terdampak (PMK) sekitar empat persen berbasis desa. Jadi, di wilayah Jabar 95,5 persennya tidak terdampak," katanya.

Pihaknya menjelaskan tingkat kesembuhan PMK ini terbilang tinggi, saat ini sudah lebih 30 persen sembuh. "Tidak menular ke manusia. Maka, warga Jabar tenang saja. Cek telinganya. Sisanya penularan bisa kita batasi dengan pemeriksaan di batas wilayah Jabar, gugus tugas, vaksinasi dan obat-obat," kata Ridwan Kamil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler