Lewat Jahe, Idik Menyemai Asa di Kaki Gunung Ciremai

Lewat kegigihannya, saat ini Idik bersama kelompok tani di blok desanya bahu membahu memenuhi permintaan ekspor jahe hingga puluhan ton setiap pekannya. 
Idik, petani milenial asal Majalengka yang menggarap pertanian jahe di kaki Gunung Ciremai./Bisnis
Idik, petani milenial asal Majalengka yang menggarap pertanian jahe di kaki Gunung Ciremai./Bisnis

Bisnis.com, MAJALENGKA -- Idik, 33 tahun, milenial asal Desa Kancana, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka bertekad untuk melanjutkan usaha pertanian yang semula digarap oleh sang ayah. 

Lewat kegigihannya, saat ini Idik bersama kelompok tani di blok desanya bahu membahu memenuhi permintaan ekspor jahe hingga puluhan ton setiap pekannya. 

"Saat ini kita lagi garap permintaan ekspor, kita juga agak kewalahan sekarang karena permintaan besar, tapi persediaan masih kurang," ungkap Idik kepada Tim Jelajah Petani Milenial 2023 Bisnis Indonesia, Kamis (25/5/2023). 

Idik, sudah dari 2014 belajar terjun langsung ke kebun pasca ia menamatkan pendidikannya. Hingga akhirnya dia menguasai teknik tanam hingga penjualan. 

Tepat di kaki Gunung Ciremai, Idik mulai menyemai harapan lewat setiap "dapur" jahe yang ia tanam. Setiap musim menjadi waktu belajar Idik untuk menanam dan memanen jahe dengan kualitas terbaik. 

Risiko gagal tanam, hasil panen tidak sesuai permintaan pasar, hingga fluktuasi harga menjadi makanan sehari-hari. Namun hal tersebut tidak menyurutkan optimisme Idik untuk terus bergerak di ekosistem bisnis pertanian ini. 

"Kadang kita sulit kalau harga pasar sudah ditentukan buyer, tapi kita bisa akali dengan bersama dengan kelompok tani di sini," jelasnya. 

Hingga kini, Idik mengatakan di tanah garapannya seluas hampir 1 hektare, bisa menghasilkan jahe hingga 50-70 ton. Jika digabungkan dengan kelompok tani di desanya, produksi jahe bisa mencapai ratusan ton. 

"Kita sekarang lagi banyak permintaan ke Pakistan dan ke Bangladesh," jelasnya. 

Melalui Program Petani Milenial, Idik mengaku mendapat banyak ilmu soal manajemen tanam hingga penjualan digital. 

"Alhamdulillah saya mendapat banyak ilmu dari soal pengelolaan pertanian," ungkapnya. 

Selanjutnya, ia bersama kelompok taninya tengah berupaya untuk membuat gudang penyimpanan dan tempat hilirisasi agar petani jahe bisa mengolah jahenya menjadi produk siap jual. 

"Kita lagi berusaha untuk membuat hilirisasi, biar tidak kita jual bahan mentah, tapi bisa kita olah dulu," jelasnya. 

Bisnis Indonesia perwakilan Jawa Barat kembali menggelar Program Jelajah Petani Milenial Juara. Kerja jurnalistik ini didukung oleh Humas Jabar dan Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Dinas Kehutanan Jawa Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Dinas Perkebunan Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, dan Bank BJB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper