Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jabar Sukses Rehabilitasi 354.000 Hektare Lahan Kritis

Tercatat seluas 907.979,09 ha lahan di Jabar merupakan lahan kritis, dimana sebesar 72,5 persen atau seluas 658.834,6 ha masuk dalam kategori sangat kritis.
Hari Menanam Pohon tingkat Jabar
Hari Menanam Pohon tingkat Jabar

Bisnis.com, BANDUNG - Hari Menanam Pohon Indonesia tahun 2022, kembali diperingati pada 28 November 2022 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No 24 Tahun 2008.

Kegiatan ini bertepatan pula dengan hari pohon sedunia yang diperingati setiap 21 November.

Dalam peringatan menanam pohon Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat, Pemprov Jawa Barat dan masyarakat akan melaksanakan penanaman 95.760 pohon di kabupaten/kota di Jawa Barat yang dibagi berdasarkan 9 wilayah Cabang Dinas Kehutanan bersama-sama dengan Pemerintah Daerah di 27 Kabupaten/Kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Prima Mayaningtias mengatakan pusat penanaman pohon berada di Kabupaten Garut yaitu di Bendung Copong Kp Maleer dan Aerosport Haruman Jingga.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian kepada seluruh masyarakat akan pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan melalui pemanfaatan lahan yang berkelanjutan, diantaranya melalui penanaman pohon," katanya di Bandung, Senin (28/11/2022).

Selain penanaman pohon yang dilakukan hari ini, telah dilakukan penanaman 20.000 pohon oleh Dinas Binamarga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat pada 26 November 2022 serta dilakukan pula penanaman sebanyak 30.000 pohon pada 30 November 2022 oleh CDK VIII di Kabupaten Majalengka.

"Total pohon yang ditanam selama rangkaian kegiatan sebanyak 145.760 pohon atau seluas 364,4 ha lahan kritis yang akan ditanam," katanya.

Tercatat seluas 907.979,09 ha lahan di Jawa Barat merupakan lahan kritis, dimana sebesar 72,5 persen atau seluas 658.834,6 ha masuk dalam kategori sangat kritis.

Untuk itu masih dibutuhkan perhatian khusus untuk menangani kondisi tersebut. Dari keseluruhan lahan kritis yang ada di Jawa Barat, sekitar 78 persen berada di luar kawasan hutan.

Lahan kritis tersebut didominasi berada di daerah selatan, yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Tasik.

"Sampai tahun 2021 lahan kritis yang telah direhabilitasi atau ditanami pohon seluas 354.427,62 ha," ujarnya.

Latar belakang dipilihnya Kabupaten Garut sebagai lokasi pusat penanaman mengingat bahwa telah terjadi banjir bandang di 14 kecamatan pada bulan Juli 2022 dan kejadian serupa pernah terjadi tahun 2016 khususnya di DAS Cimanuk Hulu.

Faktor utama penyebab kejadian tersebut yaitu berkurangnya resapan air dan tingginya air larian akibat kerusakan lingkungan di kawasan hulu DAS Cimanuk.

Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Provinsi Jawa Barat, sebagian besar DAS Cimanuk memiliki indeks bahaya banjir bandang tinggi (88,72 persen) yang tersebar di 26 dari 42 kecamatan dengan total luasan sebesar 8.801,62 ha.

Sedangkan berdasarkan indeks bahaya longsor, lokasi yang memiliki indeks bahaya longsor tinggi tersebar di 26 kecamatan dengan luasan total sebesar 13.090,52 ha.

Selain itu, berdasarkan hasil analisis badan penanggulangan bencana daerah Jawa Barat tahun 2020 menunjukkan bahwa seluruh wilayah DAS Cimanuk Hulu memiliki indeks bahaya kekeringan tinggi.

Untuk memulihkan kerusakan dan menjaga kelestarian daerah di sekitar DAS Cimanuk, telah dibuat Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 103 Tahun 2022 tentang pemulihan kerusakan lingkungan hidup di Sub DAS Cimanuk Hulu, yang didukung dengan Pencanangan Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Kerusakan Lingkungan Hidup di Sub DAS Cimanuk Hulu, melalui Keputusan Gubernur Nomor 660 Kep.741-DLH/2022.

"Penanganan pencemaran dan kerusakan DAS Cimanuk Hulu ini akan menerapkan konsep Satgas Citarum Harum dengan memperhatikan aspek kebijakan, kelembagaan, keuangan dan capaian program, serta pelaksanaan kegiatan," kata Prima.

Program-program yang akan dilaksanakan oleh Satgas Cimanuk Hulu diantaranya penanganan lahan kritis, penanganan limbah peternakan, penegakan hukum, edukasi dan pemberdayaan masyarakat, riset dan pengembangan, serta pengelolaan data.

"Diharapkan kegiatan ini akan menjadi pemantik kolaborasi dan sinergi seluruh pihak dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan, khususnya dalam mengurangi degradasi lahan melalui kegiatan penanaman pohon yang berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat utamanya kegiatan agroforestry," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper