Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelajah Investasi Jabar: Ini Komitmen Pusat Soal Anggaran untuk Jabar Selatan dan Rebana

Kementerian Koordinator Perekonomian masih memberikan sinyal positif terkait dukungan anggaran di kawasan Jabar Selatan dan Rebana Utara Jabar.
Foto udara Jabar Selatan/Bisnis
Foto udara Jabar Selatan/Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Perekonomian masih memberikan sinyal positif terkait dukungan anggaran di kawasan Jabar Selatan dan Rebana Utara Jabar.

Komitmen ini selaras dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 87/2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Jawa Barat bagian Selatan. Dalam Perpres tersebut sedikitnya ada 170 rencana kegiatan dan proyek senilai Rp300 triliun.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto medio Mei 2022 lalu dilakukan evaluasi pada 170 proyek dan program dengan nilai investasi sebesar Rp370,93 triliun yang diamanatkan Perpres tersebut.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, proyek-proyek dalam perpres tersebut harus dapat diselesaikan konstruksinya paling lambat pada 2024 atau telah memenuhi financial closing untuk proyek dengan skema KPBU," kata Airlangga.

Namun pihaknya memberi catatan agar persoalan ketersediaan lahan dan proses perizinan juga perlu diselesaikan sebelum 2024. Berdasarkan pemantauan dan evaluasi, dua proyek dengan nilai Rp1,4 triliun di Jawa Barat selesai dibangun.

Kemudian 10 proyek senilai Rp7,7 triliun dalam tahap konstruksi, 52 proyek senilai Rp52,3 triliun dalam tahap persiapan, dan 106 proyek dengan nilai Rp310,3 triliun dalam tahap perencanaan.

Komitmen Menko Perekonomian Airlangga juga kembali dilontarkan saat menerima silaturahmi Gubernur Jabar Ridwan Kamil di kediamannya Mei lalu. Menurutnya ada sejumlah hal yang dibahas dalam pertemuan mereka, di antaranya soal pembangunan perekonomian di Jawa Barat dalam proyek nasional yang mencapai Rp300 triliun baru-baru ini. Keduanya berharap proyek tersebut dapat berjalan dan saling mendukung demi kemajuan infrastruktur.

“Kedua, penanganan kemiskinan wilayah selatan. Ketiga, adalah kepentingan nasional dan juga pertumbuhan kawasan baru, terutama kawasan rebana,” tuturnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sendiri menilai realisasi komitmen anggaran Pemerintah Pusat tersebut menurutnya ibarat memberikan beasiswa pada siswa berprestasi. Jawa Barat dalam lima tahun terakhir sudah membuktikan prestasi dibidang ekspor dan investasi untuk perekonomian nasional.

“Kalau memberi beasiswa itu kan untuk siswa yang berprestasi. Nah, Jawa Barat rangking satu terus investasi, kasihlah dukungan infrastruktur sesuai dengan prestasinya,” papar Ridwan Kamil kepada tim Jelajah Investasi Jawa Barat Bisnis Indonesia.

Jelajah Investasi Jabar digelar Bisnis Indonesia perwakilan Bandung terselenggara berkat dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, PT Migas Utama Jabar, Bank BJB, PT Jamkrida Jabar, PT IBRM, dan Pemkab Sumedang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper