Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Petaka Banjir Bandang di Garut Pernah Terjadi 6 Tahun Lalu, 33 Nyawa Melayang

Banjir bandang belum lama ini terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bencana yang melanda pada Jumat (15/7/2022) tersebut berdampak kepada 421 kepala keluarga (KK) di 20 desa.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 17 Juli 2022  |  16:45 WIB
Petaka Banjir Bandang di Garut Pernah Terjadi 6 Tahun Lalu, 33 Nyawa Melayang
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, GARUT - Banjir bandang belum lama ini terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bencana yang melanda pada Jumat (15/7/2022) tersebut berdampak kepada 421 kepala keluarga (KK) di 20 desa.

Sebelum bencana tersebut melanda, kejadian serupa pernah terjadi di Kota Dodol pada 2016. Sejarah mencatat, banjir bandang akibat luapan Sungai Cimanuk itu menjadi terbesar dalam sepanjang masa.

Bencana maut tersebut datang pada 20 September 2016 malam sekira pukul 19.00 WIB. Namun, hingga menjelang pergantian hari, banjir terus meninggi sampai 2 meter dan menyapu semua yang dilewati.

Dalam kejadian nahas enam tahun lalu tersebut, sebanyak 33 orang ditemukan meninggal dunia, 20 orang hilang sampai saat ini. Tidak hanya itu, 2.000 rumah mengalami kerusakan dan 6.000 jiwa terpaksa mengungsi. Kerugian pun mencapai Rp288 miliar.

Hasil penyelidikan beberapa pihak, banjir bandang itu akibat adanya kerusakan ekosistem oleh praktik alih fungsi lahan di wilayah hulu Bayongbong, Cikajang, serta Pasirwangi.

Artinya, 47,99 persen dari 59.000 hektare lebih lahan di wilayah hulu Sungai Cimanuk disulap menjadi lahan pertanian sayuran seperti tomat, cabai, kubis, kacang-kacangan.

Selain alih fungsi lahan, banjir tersebut ditenggarai adanya akibat pembalakan liar di kawasan Darajat, Gunung Papandayan, Gunung Cikuray, dan Gunung Guntur.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan status darurat bencana banjir bandang. Hal tersebut akibat meluapnya Sungai Cimanuk hingga merendam permukiman penduduk.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan, seluruh unsur mulai dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI-Polri, hingga relawan sampai saat ini masih melakukan upaya penyelamatan di lokasi terdampak banjir.

"Alhamdulillah tidak ada korban yang meninggal dunia, tapi tetap kita lakukan langkah-langkah penyelamatan. Tentu saya berharap kita semua waspada karena hujan hari ini masih turun, dan berdasarkan ramalan bahwa hujan akan ada sepanjang hari ini," kata Helmi Ruang Pemengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (17/7/2022).

Helmi menuturkan, penyebab banjir di Garut terjadi akibat curah hujan tinggi dan minimnya kemampuan Sungai Cimanuk menampung seluruh kiriman air dari wilayah hulu.

"Penyebabnya diperkirakan karena hujan yang tinggi ya, hujan yang sangat tinggi, walaupun sekarang udah mulai turun, jadi sekarang luapan sungai mulai turun juga, dan sekali lagi kita tenang tapi waspada," kata Helmi.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, banjir bandang terjadi saat hujan deras mengguyur sejak Jumat (15/7/2022) malam pukul 20.00 WIB hingga Sabtu (16/7/2022) pagi.

Dalam kejadian nahas tersebut, ada 20 desa yang terdampak, yakni, Desa Cibodas, Desa Peminggir, Desa Kota Kulon, Desa Ciwalen, Desa Muara Sanding, Desa Sukamantri.

Kemudian, Desa Sukakarya, Desa Haurpanggung, Desa Sukajaya, Desa Jayawaras, Desa Jayaraga, Desa Panembong, Desa Mulyasari, Desa Suci, Desa Suci Kaler, Desa Lengkong Jaya, Desa Sindanglaya, Desa Sukarati, Desa Ngamplang, dan Desa Mekarsari.

Peristiwa tersebut, membuat 451 jiwa dari 421 kepala keluarga (KK) terdampak. Ratusan orang tersebut terpaksa mengungsi di RSUD dr Slamet dan sisanya memilih mengungsi di rumah kerabat.

Tidak hanya itu, banjir bandang membuat sembilan unit rumah mengalami kerusakan berat, 295 rumah terendam, dan satu pondok pesantren di Desa Mekarsari, Kecamatan Cilawu terendam banjir disertai lumpur.

Pascakejadian BPBD Kabupaten Garut bersama instansi terkait lainnya langsung mengevakuasi warga ke daratan yang lebih tinggi dan dinilai aman.

Sampai saat ini, pendataan terhadap jumlah warga terdampak, pengungsi, dan kerugian masih dilakukan oleh tim gabungan.

Prakiraan cuaca di wilayah Provinsi Jawa Barat diprediksi berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat serta angin kencang hingga dua hari ke depan.

Beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat juga dilaporkan terjadi hujan lebat hingga menyebabkan banjir seperti di Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Bekasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garut banjir bandang
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top