Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ibu Asal Purwakarta Ini Buktikan Jika Sayuran Bisa Tumbuh Subur di Perkotaan

Ketersediaan lahan jangan dijadikan halangan memulai berkebun sayuran. Karena, saat ini sudah banyak media yang bisa digunakan untuk bercocok tanam.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 20 April 2022  |  20:28 WIB
Eni Lestiorini, salah satu penggagas Kelompok Wanita Tani (KWT) di Purwakarta.
Eni Lestiorini, salah satu penggagas Kelompok Wanita Tani (KWT) di Purwakarta.

Bisnis.com, PURWAKARTA - Berkebun sayuran, mungkin bisa menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan taraf perekonomian. Ada banyak jenis sayuran yang bisa ditanam secara mandiri dan memiliki nilai ekonomis.

Memang tak bisa dipungkiri, bagi sebagian masyarakat terutama yang ada di wilayah urban atau perkotaan cenderung merasa kebingungan untuk memulainya. Ketersediaan lahan mungkin yang jadi kendalanya.

Namun, pendapat itu tak berlaku bagi Eni Lestiorini, warga Malang Nengah, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta kota itu.

Menurutnya, ketersediaan lahan jangan dijadikan halangan memulai berkebun sayuran. Karena, saat ini sudah banyak media yang bisa digunakan untuk bercocok tanam. Seperti dengan konsep tabula pot, hidroponik atau menggunakan media lain yang tak terlalu memakan banyak lahan.

"Sebenarnya banyak sekali jenis sayuran yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat dan sangat mudah untuk ditanam. Semisal, daun bayam, pakcoy, daun Salada dan lainnya," ujar ibu yang merupakan salah satu penggagas Kelompok Wanita Tani (KWT) di Purwakarta itu kepada Bisnis.com, Rabu (20/4/2022).

Eni yang memang hobi berkebun ini berpendapat, Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu wilayah yang potensial untuk pengembangan perkebunan, terutama jenis sayuran daun dan buah. Sehingga, potensi ini harus digali secara maksimal.

Atas dasar itu, sejak 10 tahun terakir ini dirinya mengajak masyarakat terutama ibu-ibu untuk gemar bercocok tanam jenis sayuran ini. Minimalnya, kata dia, hasil budidaya mereka itu mampu menyediakan bahan pangan untuk keluarganya.

"Minimalnya untuk kebutuhan pangan mandiri. Selebihnya, kita bantu pasarkan juga," kata perempuan pegiat pertanian itu.

Menurut Eni, berkebun itu tak melulu harus dilakukan di lahan luas dengan udara sejuk. Karena, kegiatan ini juga bisa dilakukan dengan cara membuat perkebunan mini dengan memanfaatkan lahan kecil kosong di sekitar rumah.

"Kita beruntung, karena ada produsen benih sayur unggulan yang bisa bermitra dengan masyarakat," jelas Eni yang juga merupakan salah satu petani binaan PT East West Seed Indonesia (Ewindo).

Eni mengaku, dirinya sudah menjadi petani binaan Ewindo sejak 7 tahun terakhir. Saat ini pihaknya juga telah memiliki anggota aktif yang tergabung dalam kelompok Hindroponik Purwakarta (KHP). Jumlahnya, sekitar 1.700 anggota yang sebagian besar di antaranya merupakan kaum milenial.

"Alhamdulillah, animo masyarakat terutama kaum milenial di kita cukup tinggi. Banyak yang tertarik untuk bercocok tanam. Apalagi, selama ini ada dukungan benih yang berkualitas dari Ewindo. Sehingga, proses cocok tanam pun lebih mudah," tambah dia.

Dia menambahkan, benih yang diproduksi Ewindo itu penggunaannya sangat praktis. Secara kualitas juga sudah tak diragukan, bahkan bisa untuk segala iklim. Jadi, untuk masyarakat perkotaan pun benih dari produsen ini bisa digunakan.

"Wilayah perkotaan kan cuacanya cukup panas, tapi sayuran yang identik untuk dataran tinggi, di sini masih bisa tumbuh subur," tambah dia.

Sementara itu, Managing Director Ewindo Glenn Pardede menjelaskan, sebagai produsen benih sejauh ini perusahaannya turut andil untuk menyukseskan program ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Purwakarta.

"Kami terus membangun komunikasi dengan pemerintah untuk mendukung program kemandirian pangan di masyarakat. Bahkan, kami juga telah memiliki tim untuk membantu masyarakat dalam hal pengembangan produk perkebunan," ujar Glenn.

Sampai saat ini, kata dia, Ewindo telah memproduksi lebih dari 200 varietas benih sayuran dan holtikultura. Bahkan, sebagian produk benih tersebut juga menjadi kebutuhan pasar ekspor.

Glenn menambahkan, lebih dari tiga dekade ini perusahaanya memproduksi benih yang sehat dengan kemurnian genetika tinggi serta daya kecambah yang baik untuk mendapatkan hasil yang tinggi sesuai dengan permintaan konsumen dan menjadi kunci sukses petani di Indonesia.

Pihaknya pun tak memungkiri, terus berkembangnya produk benih di perusahaan itu tak lepas dari dukungan dan peran para petani lokal. Sebab, mayoritas benih yang diproduksi di perusahaannya itu merupakan hasil penelitian dan penangkaran para petani yang tersebar di sejumlah wilayah di nusantara.

"Hingga 2021, kami telah bermitra dengan sekitar 17.000 petani produksi benih yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Banten dan Lampung. Selain itu kami juga membina lebih dari 7 juta petani komersial yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," pungkasnya.(K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ewindo purwakarta hidroponik organik
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top