Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

500 Pondok Pesantren di Jabar Difasilitasi Temu Bisnis Program OPOP

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat memfasilitasi 500 pondok pesantren melakukan temu bisnis dan pameran produk secara virtual. Program ini diklaim berhasil membukukan transaksi Rp21,02 miliar.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 08 Desember 2020  |  20:25 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau produk-produk yang dikembangkan pondok pesantren - Bisnis/Wisnu Wage
Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau produk-produk yang dikembangkan pondok pesantren - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG—Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat memfasilitasi 500 pondok pesantren melakukan temu bisnis dan pameran produk secara virtual. Program ini diklaim berhasil membukukan transaksi Rp21,02 miliar.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji mengatakan temu bisnis ini masih merupakan rangkaian program one product one pesantren (OPOP).

Pihaknya mempertemukan antara pembeli, investor, dan mitra usaha pengusaha sukses untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan produk pondok pesantren (pontren) peserta pameran.

"Kami coba membantu pesantren tersebut untuk membuka pasar bagi produknya. Bahkan, kami akan membantu membukakan jejaring hingga link and match dengan pesantren lain yang memiliki produk berkaitan," katanya dalam penutupan acara temu bisnis OPOP 2020 di Hotel Papadayan, Bandung, Selasa (8/12).

Menurutnya lewat program OPOP setiap pesantren bukan hanya mengikuti audisi untuk dicari yang terbaik, tapi didorong mendapatkan peningkatan wawasan, pengetahuan, serta pendampingan usaha.

Harapannya, pesantren yang mengikuti program ini akan menghasilkan produk-produk yang mampu memiliki nilai tinggi di pasar domestik maupun pasar internasional.

“Melalui kegiatan ini diharap akan ada efek domino dari program OPOP di daerah yakni meratanya pengembangan ekonomi di daerah. Hasil survei pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebelum Covid-19 mencapai 6,9 persen atau melebihi pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Namun hasil survei Bank Indonesia angka tersebut hanya dinikmati oleh sekelompok golongan masyarakat tentu atau masyarakat kota. "Untuk itu perlunya program yang berdampak pada pemerataan ekonomi. Apalagi selama ini mayoritas pesantren itu ada di desa-desa," paparnya.

Dalam kesempatan acara ini, Dinas KUK telah menetapkan tiga pesantren yang dianggap memiliki produk terbaik juga berhasil unggul dari segi pemasaran.

Tiga pemenang Juara OPOP 2020 melalui penjuarian 10 pesantren lolos 3 juara yakni Miftahul Falah Kab Karawang dengan produk beras, Pontren Jalalen Garut produk peralatan edukasi pendidikan, dan Pesantren Al Isytirok Kabupaten Sukabumi dengan produknya pembenihan ikan lele.

"Tiga juara tingkat provinsi Program OPOP 2020 untuk mendapatkan bantuan modal atau hadiah masing-masing sebesar Rp 400 juta," kata dia.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran ratusan pesantren dengan produk yang dimiliki. Selama ini perekonomian pesantren mayoritas sangat sulit karena mengandalkan uluran tangan dermawan. Namun, dengan adanya produk yang dibuat dan dijual maka kemandirian ekonomi pesantren bisa lebih baik.

"Betapa hidup di pesantren itu tidak mudah. Makanya saya selalu mencari cara agar kita bisa selalu menjadi yang tangannya di atas, bukan tangan di bawah," katanya.

Pihaknya dalam lima tahun ke depan menargetkan ada 5.000 pesantren bisa mandiri dalam perekonomian. Untuk itu, dia meminta pesantren yang saat ini kurang maksimal dalam hal administrasi maupun produk penjualan tetap dirangkul dan dibimbing. (K57)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top