Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah Investasi Jabar: 4 Komponen Penting Bisnis Kelapa yang Bisa Datangkan Cuan

Para petani yang semula hanya menjual kelapa dengan sistem butiran, kini beranjak dengan melakukan added value terhadap produk kelapa yang mereka hasilkan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 04 September 2022  |  14:55 WIB
Jelajah Investasi Jabar: 4 Komponen Penting Bisnis Kelapa yang Bisa Datangkan Cuan
Pekerja melakukan proses produksi pengolahan limbah kulit kelapa menjadi cocofiber dan cocopeat di Koperasi Produsen Mitra Kelapa Pangandaran di Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (31/8). - Bisnis/Rachman
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Jutaan butir kelapa setiap tahunnya dihasilkan dari Bumi Pangandaran. Hal tersebut memang keniscayaan karena letak geografis Kabupaten Pangandaran yang berada di dataran rendah sangat cocok bagi pohon-pohon kelapa tumbuh.

Potensi tersebut sebenarnya sudah digeluti oleh banyak petani Pangandaran, namun permasalahan muncul lantaran para petani berdiri sendiri dan tidak banyak masukan inovasi yang bisa menaikkan nilai dari produk kelapa yang mereka produksi.

"Dari dulu memang sudah digeluti oleh petani di sini, hanya saja dulu itu para petani menjual langsung kelapa per butir tanpa diolah terlebih dahulu," kata Ketua Koperasi Produsen Mitra Kelapa Pangandaran Yohan Wijaya Nurahman, saat ditemui di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu.

Dengan berjalannya waktu, kini para petani menyadari jika berdiri sendiri maka hasil yang akan didapatkan tidak akan berkembang. Sehingga inisiasi perhimpunan para petani kelapa melalui wadah koperasi digalakkan. Alhasil, para petani yang semula hanya menjual kelapa dengan sistem butiran, kini beranjak dengan melakukan added value terhadap produk kelapa yang mereka hasilkan.

"Sekarang para petani bersama-sama membuat produk turunan dari kelapa, hasilnya lumayan dari pada menjual kelapa dengan sistem butiran yang hanya dihargai Rp1.000 saja pada saat itu," kata Yohan.

Ada empat produk utama yang bisa diturunkan menjadi beragam olahan. Yakni dari sabut, tempurung, daging, hingga air kelapa. Dari empat komponen dasar yang berada pada kelapa tersebut menjadi banyak produk turunan.

Dari sabut kelapa, bisa diturunkan menjadi dua produk utama, yang pertama adalah cocofiber yang bisa dibuat menjadi helaian tali dan cocofeat yang berupa bubuk sabut kelapa yang laku dimanfaatkan menjadi media tanam.

"Dari sabut kelapa saja bisa menjadi dua produk yang paling laku di pasaran, utamanya pasar ekspor," jelas Yohan.

Selanjutnya, dari tempurung kelapa, petani biasanya menjadikannya sebagai bahan arang yang bisa dibuat menjadi arang atau bahkan briket yang juga laku di pasar ekspor.

Pada daging kelapa, sudah tentu bisa dimanfaatkan menjadi santan yang juga kata Yohan nyaris selalu diterima oleh industri pengolahan santan.

"Terakhir air kelapanya bisa diolah dijual menjadi menu olahan minuman yang sudah banyak di pasaran," ungkapnya.

Konten ini merupakan bagian dari pemberitaan Jelajah Investasi Jabar 2022. Program ini digelar Bisnis Indonesia perwakilan Bandung terselenggara berkat dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, PT Migas Utama Jabar, Bank BJB, PT Jamkrida Jabar, PT IBRM, dan Pemkab Sumedang.(K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Investasi pangandaran
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top