Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BNPB: 18.873 Jiwa di Garut Terkena Dampak Banjir Bandang dan Longsor

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 18.873 warga Kabupaten Garut terkena dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Wilayah terdampak banjir bandang di Garut./Istimewa
Wilayah terdampak banjir bandang di Garut./Istimewa

Bisnis.com, GARUT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 18.873 warga Kabupaten Garut terkena dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kejadian banjir bandang dan longsor di Garut berdampak ke 14 kecamatan.

Belasan kecamatan tersebut yaitu, Cikajang, Tarogong Kidul, Pasirwangi, Cigedug, Bayongbong, Tarogong kaler, Samarang, Banyuresmi, Cibatu, Karangpawitan, Garut Kota, Cilawu, Banjarwangi, dan Singajaya.

"Dari 18.873 jiwa yang terdampak kedua bencana tersebut. Sebanyak 649 orang terpaksa mengungsi," kata Muhari melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Bisnis.com, Senin (18/7/2022).

Laporan dari lokasi kejadian, tercatat sebanyak 4.035 unit rumah terdampak dengan 11 unit diantaranya rusak berat, 13 kantor pemerintah rusak sedang, 10 kantor pemerintah rusak ringan, 2 unit fasilitas pendidikan rusak sedang, dan 3 unit fasilitas pendidikan rusak ringan.

Selain itu, 17.077 hektare kolam ikan milik warga Kabupaten Garut rusak akibat terjangan banjir bandang luapan dari Sungai Cimanuk.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir yang terjadi menyisakan material lumpur yang menutupi akses dan rumah warga.

Warga sampai saat ini masihh bergotong royong dibantu BPBD, TNI, Polri, dinas terkait dan relawan membersihkan akses jalan serta rumah dari material lumpur.

Berbagai bantuan telah disalurkan kepada korban terdampak banjir dan longsor, diantaranya bantuan logistik dari BPBD Provinsi Jawa Barat dan Jasa Marga Provinsi Jawa Barat.

Muhari mengimbau, pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada siaga menghadapi potensi bahaya banjir susulan.

Menghadapi bahaya banjir, lanjutnya, pemerintah daerah bersama warga dapat secara rutin dapat membersihkan saluran air.

"Selain itu, harus melakukan normalisasi sungai, melakukan perbaikan dan penguatan tanggul, serta menghijaukan kembali daerah resapan air di hulu dan sepanjang aliran sungai," katanya.

Banjir bandang dan longsor terjadi saat hujan deras mengguyur sejak Jumat (15/7/2022) malam pukul 20.00 WIB hingga Sabtu (16/7/2022) pagi.

Pemerintah Kabupaten Garut pun menetapkan status darurat bencana banjir bandang hingga 29 Juli 2022. Hal untuk mengantisipasi meluapnya Sungai Cimanuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Hakim Baihaqi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper