Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BNPB: 18.873 Jiwa di Garut Terkena Dampak Banjir Bandang dan Longsor

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 18.873 warga Kabupaten Garut terkena dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 18 Juli 2022  |  15:11 WIB
BNPB: 18.873 Jiwa di Garut Terkena Dampak Banjir Bandang dan Longsor
Wilayah terdampak banjir bandang di Garut. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, GARUT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 18.873 warga Kabupaten Garut terkena dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kejadian banjir bandang dan longsor di Garut berdampak ke 14 kecamatan.

Belasan kecamatan tersebut yaitu, Cikajang, Tarogong Kidul, Pasirwangi, Cigedug, Bayongbong, Tarogong kaler, Samarang, Banyuresmi, Cibatu, Karangpawitan, Garut Kota, Cilawu, Banjarwangi, dan Singajaya.

"Dari 18.873 jiwa yang terdampak kedua bencana tersebut. Sebanyak 649 orang terpaksa mengungsi," kata Muhari melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Bisnis.com, Senin (18/7/2022).

Laporan dari lokasi kejadian, tercatat sebanyak 4.035 unit rumah terdampak dengan 11 unit diantaranya rusak berat, 13 kantor pemerintah rusak sedang, 10 kantor pemerintah rusak ringan, 2 unit fasilitas pendidikan rusak sedang, dan 3 unit fasilitas pendidikan rusak ringan.

Selain itu, 17.077 hektare kolam ikan milik warga Kabupaten Garut rusak akibat terjangan banjir bandang luapan dari Sungai Cimanuk.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir yang terjadi menyisakan material lumpur yang menutupi akses dan rumah warga.

Warga sampai saat ini masihh bergotong royong dibantu BPBD, TNI, Polri, dinas terkait dan relawan membersihkan akses jalan serta rumah dari material lumpur.

Berbagai bantuan telah disalurkan kepada korban terdampak banjir dan longsor, diantaranya bantuan logistik dari BPBD Provinsi Jawa Barat dan Jasa Marga Provinsi Jawa Barat.

Muhari mengimbau, pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada siaga menghadapi potensi bahaya banjir susulan.

Menghadapi bahaya banjir, lanjutnya, pemerintah daerah bersama warga dapat secara rutin dapat membersihkan saluran air.

"Selain itu, harus melakukan normalisasi sungai, melakukan perbaikan dan penguatan tanggul, serta menghijaukan kembali daerah resapan air di hulu dan sepanjang aliran sungai," katanya.

Banjir bandang dan longsor terjadi saat hujan deras mengguyur sejak Jumat (15/7/2022) malam pukul 20.00 WIB hingga Sabtu (16/7/2022) pagi.

Pemerintah Kabupaten Garut pun menetapkan status darurat bencana banjir bandang hingga 29 Juli 2022. Hal untuk mengantisipasi meluapnya Sungai Cimanuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garut banjir bandang
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top