Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gekraf 2021, Disparbud Jabar Fasilitasi Pelaku Ekraf

Gekraf sendiri merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong percepatan pemulihan ekonomi di tengah berlangsungnya pandemi Covid 19.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 11 April 2021  |  12:22 WIB
Gekraf (Gelar Produk Ekonomi Kreatif) 2021
Gekraf (Gelar Produk Ekonomi Kreatif) 2021

Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Gekraf (Gelar Produk Ekonomi Kreatif) 2021.

Gekraf sendiri merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong percepatan pemulihan ekonomi di tengah berlangsungnya pandemi Covid 19.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Lusi Lesminingwati menjelaskan, “Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021” diselenggarakan dalam rangka mendukung upaya pemulihan ekonomi dari sektor ekonomi kreatif.

“Tak bisa dipungkiri lagi, jika merujuk kepada data, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mengalami kontraksi sebesar 4,08% year-on-year (yoy). Oleh karena itu mau tidak mau upaya untuk menggerakan perekonomian Jawa Barat, salah satunya dengan mendorong perkembangan ekonomi kreatif,” ungkap Lusi, Minggu (11/4/2021).

Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021 juga menurutnya bagian dari upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk mendukung pemulihan ekonomi Jawa Barat melalui peningkatan kapasitas, pemberdayaan dan dukungan usaha kepada para pelaku usaha ekonomi kreatif di Jawa Barat yang dikemas melalui kolaborasi dari pentaheliks ekonomi kreatif.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentunya tidak bisa sendirian dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi khususnya dari bidang ekonomi kreatif ini, untuk itu kita berkolaborasi dengan menggandeng pentahelix, meliputi kalangan akademisi, pelaku usaha, penyedia modal dalam hal ini perbankan, dan perusahaan yang peduli dengan menyediakan program CSR untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif,” terangnya.

Selain itu menurut Lusi, berdasarkan data resmi dari Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian pada tahun 2021, yang memprediksi terjadinya perubahan pola konsumen pada produk dan jasa dalam negeri sehingga hal ini perlu disikapi melalui strategi bisnis yang komprehensif. Dalam rangka mendukung eksistensi produk dan jasa ekonomi kreatif di Jawa Barat.

Menurutny Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021 dilaksanakan dalam bentuk pemberdayaan dukungan dan pengembangan kapasitas para pelaku ekonomi kreatif di Jawa Barat. Kegiatan Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021 juga dikemas secara komprehensif dalam upaya dukungan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Wisata Indonesia (GBWI).

Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021 juga memiliki tujuan untuk memberikan informasi kepada para pelaku usaha ekonomi kreatif di Jawa Barat melalui strategi akses pembiayaan usaha, hospitality dan strategi bisnis oleh para narasumber yang ahli di bidangnya.

“Harapannya, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu stimulus bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa pandemi Covid-19 serta menjadi salah satu media bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif terkait beragam peluang kerjasama, bermitra dengan para pelaku usaha pariwisata, BUMN, perbankan, dan lain-lain,” pungkasnya.

Penyelenggaran kegiatan Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021 ini didasarkan pada kenyataan Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi Ekonomi Kreatif tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik, pertumbuhan PDRB Ekonomi Kreatif Jawa Barat dari Tahun 2010-2016 telah meningkat sebesar 82,27 persen dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,86 persen setiap tahunnya.

Selain itu, kontribusi PDRB Ekonomi Kreatif Jawa Barat terhadap PDRB Ekonomi Kreatif Nasional cukup tinggi yaitu sebesar 11,81 persen dengan rata-rata kontribusi PDRB Ekonomi Kreatif terhadap PDRB Provinsi Jawa Barat adalah sebesar 11,14 persen pada Tahun 2010-2016.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada tahun 2020 ekonomi kreatif memiliki kontribusi yang tinggi bagi produk domestik bruto (PDB), dimana dari 16 subsektor ekonomi kreatif, tiga subsektor yaitu fesyen, kuliner dan kriya merupakan penyumbang terbesar struktur PDB dan ekspor produk ekonomi kreatif ke mancanegara.

Kontribusi tiga subsektor tersebut, merujuk pada data BPS dan Kemenparekraf adalah sebesar 41% untuk kuliner, 17% untuk fesyen dan 14,9% untuk kriya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top