Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terimbas Covid-19, Okupansi Hotel di Jabar Maret Hanya 28,73 Persen

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel di Jawa Barat Maret 2020 hanya mencapai 28,73 persen, turun 17,74 poin dibandingkan TPK Februari 2020 yang mencapai 46,47 persen. TPK hotel bintang maupun nonbintang keduanya mengalami penurunan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  15:58 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG -- Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel di Jawa Barat Maret 2020 hanya mencapai 28,73 persen, turun 17,74 poin dibandingkan TPK Februari 2020 yang mencapai 46,47 persen. TPK hotel bintang maupun nonbintang keduanya mengalami penurunan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Dody Herlando mengatakan Pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap hampir semua sektor, terutama sektor pariwisata yang paling menjadi pesakitan.

"Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap semua sendi kehidupan terlebih Sektor Pariwisata," kata dia, Senin (4/5/2020).

Seperti diketahui, Covid-19 mulai mewabah di Indonesia sejak kasus pertama ditemukan di Depok, pada 2 Maret 2020. Sejak itu tren orang terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat.

Sementara itu, TPK hotel bintang pada Maret 2020 sebesar 34,55 persen, turun 15,60 poin dibandingkan TPK Februari 2020 yang mencapai 50,15 persen.

"TPK tertinggi menurut kelas hotel bintang tercatat pada hotel bintang 2 sebesar 41,30%, sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang 1 sebesar 21,56%," kata Dody.

TPK hotel nonbintang mencapai 17,89 persen, turun 12,98 poin dibandingkan Februari 2020 yang mencapai 30,87 persen. TPK tertinggi untuk hotel nonbintang terjadi pada hotel dengan
kelompok kamar >40 sebesar 19,71 persen.

Sedangkan TPK hotel nonbintang yang terendah sebesar 7,19 persen terjadi pada hotel dengan kelompok kamar <10.

Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Maret 2020 tercatat 1,83 hari dan di hotel nonbintang selama 1,18 hari.

"Tamu asing menginap di hotel bintang rata-rata selama 3,70 hari dan di hotel nonbintang selama 2,03 hari, sedangkan tamu asal Indonesia menginap rata-rata selama 1,78 hari di hotel bintang dan 1,18 hari di hotel nonbintang," kata dia.

Kemudian, tamu mancanegara yang datang melalui Bandara Husein Sastranegara pada Maret 2020 tercatat sebanyak 5.784 orang turun 53,65 persen dibanding Februari 2020 yang tercatat 12.451 orang.

Bandara Kertajati yang mulai Februari 2020 mencatat kedatangan wisman, Maret 2020 dihentikan sementara. Sementara wisman melalui Pelabuhan Muarajati, seluruhnya crew kapal sejumlah 96 orang, turun 22,58 persen. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

okupansi hotel hotel bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top