Gojek Gelar Gowir, Cetak Mitra Merchant Kuliner Bisnis yang Ramah Lingkungan

Gojek hari ini menggelar program Gojek Wirausaha (GoWir) di Bandung untuk mendorong mitra merchant kuliner menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  14:15 WIB

Bisnis.com, BANDUNG — Gojek hari ini menggelar program Gojek Wirausaha (GoWir) di Bandung untuk mendorong mitra merchant kuliner menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan.

GoWir sendiri adalah bagian dari inisiatif #GoGreener di tingkat nasional yang diluncurkan pada Agustus lalu. Inisiatif ini merupakan langkah Gojek dalam memfasilitasi seluruh ekosistemnya untuk bisa bergaya hidup ramah lingkungan.

GoWir diikuti oleh ratusan pebisnis kuliner di Bandung dimana peserta memperoleh pelatihan tentang upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam keseharian operasional bisnis kulinernya.

Materi pelatihan di dalam GoWir ini disampaikan oleh mitra program #GoGreener Gojek, yaitu PlastikDetox, Gerakan yang membantu bisnis kecil mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain memberikan pemahaman dan pelatihan mengenai bisnis yang ramah lingkungan, Gojek juga kembali mengedukasi mitra tentang fitur di GoFood yang menyediakan pilihan bagi pelanggan untuk tidak memesan alat makan plastik.

“Sebagai layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, GoFood menyadari pentingnya berkontribusi dalam upaya pengurangan sampah plastik yang menjadi salah satu isu utama lingkungan di Indonesia saat ini. Melalui program Gojek Wirausaha ini, kami memfasilitasi mitra merchant dengan pelatihan sadar lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” VP Coorporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina, di Hotel Moxy, Kota Bandung, Selasa (3/12).

Salah satu inovasi yang dilakukan yakni dengan memasilitasi mitra merchant untuk menyediakan pilihan bagi pelanggan untuk tidak memesan alat makan plastik sekali pakai ketika memesan makanan dari merchant yang berpartisipasi.

Sejak diluncurkan secara nasional pada Agustus lalu, ia menilai program ini mendapat sambutan yang sangat positif. Di Bandung sendiri, 99% pelanggan GoFood memilih untuk tidak memesan alat makan plastik sekali pakai ketika memesan GoFood.

Selain menjadi upaya untuk menjaga lingkungan, pelatihan Gojek Wirausaha kali ini juga ditujukan agar merchant mengerti dampak bisnis ramah lingkungan. Menurut laporan Google Indonesia berjudul “2019 Year in Search Indonesia Insights for Brands”, pelanggan Indonesia semakin peduli tentang dampak konsumsi mereka terhadap lingkungan.

Hal ini terlihat dari 3 kali peningkatan pencarian ‘sedotan stainless’ dan 6.7 kali peningkatan pencarian ‘tas daur ulang’ di Google.

Upaya pengelolaan lingkungan juga merupakan dukungan GoFood terhadap Peraturan Walikota (Perwal) Bandung Nomor 37 tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No 17 Tahun 2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Sebelumnya Gojek juga telah membagikan tas pengantaran khusus GoFood kepada lebih dari 150 mitra driver di Bandung lewat program Bengkel Belajar Mitra.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Kamalia Purbani mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sendiri terus mempertegas komitmennya untuk mengurangi penggunaan kantong plastik hingga 100% di tahun 2025.

“Kami mengapresiasi Gojek sebagai layanan pesan-antar makanan pertama yang memfasilitasi mitra merchant-nya agar dapat mengambil peran aktif untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai ketika memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat kota Bandung,” jelas dia.

Pengurangan penggunaan alat makan plastik sekali pakai merupakan salah satu program yang sejalan dengan Kang Pisman melalui pengurangan sampah di hulu sebelum menjadi sampah sebagai bentuk upaya preventif, sehingga jumlah timbulan sampah plastik dapat dikurang.

Selain itu hingga Desember 2019, Gojek juga mendukung program Kang Pisman lainnya dengan melakukan sosialisasi pemilahan sampah dan program ‘nabung sampah plastik’ yang ditukar dengan saldo GoPay di beberapa sekolah di Bandung.

Kemudian, Co-Founder PlastikDetox Anna Sutanto menuturkan sejak tahun 2012, PlastikDetox mendampingi para pengusaha kecil untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Contoh nyata dari anggota PlastikDetox merupakan bukti pelaku usaha dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Kami senang berkolaborasi dengan GoFood yang memiliki misi sejalan dengan PlastikDetox. Kami yakin mitra merchant GoFood dapat semakin mendorong perubahan perilaku konsumen kuliner di Bandung,” kata dia.

“Selain berdampak positif terhadap lingkungan dan mendapat brand image yang bagus dari pelanggan, banyak merchant kuliner yang tidak menyadari bahwa sesungguhnya menyediakan alat makan dan sedotan plastik sekali pakai justru membuat biaya operasional semakin tinggi. Lewat Gojek Wirausaha, PlastikDetox dan GoFood akan memberikan pelatihan menyeluruh baik dari sisi bisnis, maupun sisi tanggung jawab lingkungan,” pungkas Anna. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gojek

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top