Jabar Tak Dilirik Jadi Ibu Kota Pengganti, Ridwan Kamil: Tidak Masalah

Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 30 April 2019  |  16:18 WIB

Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik rencana pemerintah pusat melakukan pemindahan Ibu Kota ke luar DKI Jakarta.

Emil mengatakan, rencana pindah ke luar Jawa oleh Presiden Joko Widodo sudah melalui pertimbangan yang diberikan oleh Bappenas.

“Pak Jokowi memutuskan karena saya lihat langsung hasil penelitian Bappenas kalau di poin-poin kelihatannya poin tertinggi ngumpulnya di Kalimantan bukan yang lain tidak mungkin,” katanya di Trans Luxury Hotel, Bandung, Selasa (30/4/2019).

Menurutnya, setelah Bappenas melakukan skoring pada lokasi-lokasi yang jadi calon, isunya bukan hanya lokasi dekat dengan DKI Jakarta namun ibu kota baru tersebut harus aman dari bencana, memiliki kelayakan infrastruktur, dan faktor strategis lainnya.

Karena itu, Emil tidak mempermasalahkan penentuan lokasi ibu kota baru. Termasuk saat Jawa Barat tidak ditunjuk menjadi calon ibu kota.

“Tidak ada masalah di Amerika juga ibu kota dengan bisnis itu dipisahkan. Ibu kota di Washington DC bisnisnya di New York, provinsinya juga sama ibu kotanya Sacramento California bisnisnya di San Francisco dan Los Angeles. Jadi negara lain sudah terbiasa memisahkan,” paparnya.

Sementara itu, mantan Bupati Purwakarta yang juga Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar ibu kota dan pusat pemerintah dipindahkan ke daerah Purwakarta dan sekitarnya.

Dedi menilai, daerah Purwakarta, sebagian Subang, dan Karawang sangat strategis untuk dijadikan alternatif pusat pemerintahan.

"Di Jawa, dan terutama Jawa Barat, sesunggunya sebagian wilayah Purwakarta, sebagian Karawang dan sebagian wilayah Subang, merupakan daerah strategis dan bisa menjadi alternatif pusat pemerintahan," kata Dedi.

Dia menjelaskan, alasan ketiga wilayah itu cocok menjadi pusat pemerintahan dan bahkan ibu kota negara. Pertama adalah ketersediaan air. Menurut Dedi, ketiga wilayah itu memiliki tanah yang subur dan air melimpah.

Alasan kedua adalah mudahnya akses ke bandara. Dari Purwakarta ke Bandara Soekarno-Hatta cukup dekat. Bahkan, ke Bandara Kertajati juga tidak jauh.

"Selain itu, alasan ketiga, di tiga wilayah itu tidak pernah terjadi bencana banjir. Daerah selatan Karawang teruntegrasi dengan Subang merupakan daerah yang tidak pernah banjir," sambungnya.

Alasan ketiga adalah faktor akses transportasi. Menurut Dedi, ketiga wilayah itu sudah terkoneksi dengan jalur tol dan juga kereta api.

"Jadi Purwakarta, Subang, dan Karawang sangat cocok menjadi pusat pusat pemerintahan. Bisa juga jadi ibu kota negara. Atau ibu kota tetap di Jakarta, sedangkan pusat pemerintahan di Purwakarta dan sekitarna," jelasnya.

Menurut Dedi, pada zaman Belanda ketiga wilayah itu pernah menjadi pusat keresidenan. Artinya, wilayah-wilayah itu sudah memiliki pengalaman menjadi pusat pemerintahan.

"Dan alasan terakhir adalah jika dipindah ke Purwakarta, biaya pemindahan relatif tidak mahal. Tinggal bangun saja pusat pemerintahan di Purwakarta dan sekitarnya," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar nasional

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top