Bisnis.com, CIREBON - Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, Imron Rosyadi dan Agus Kurniawan Budiman, menargetkan kemenangan telak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cirebon.
Keduanya optimistis mampu meraih dukungan mayoritas dari masyarakat Cirebon melalui program-program unggulan yang mereka tawarkan.
Imron yang merupakan bupati petahana ini menyebutkan, pengalaman dan rekam jejaknya dalam memimpin Kabupaten Cirebon menjadi modal utama untuk kembali memenangkan hati rakyat.
"Kami berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan dan menghadirkan perubahan yang lebih baik untuk Cirebon. Kami optimis masyarakat melihat hasil kerja kami dan akan mendukung kami dalam pilkada ini. Target di atas 40%," kata Imron, Senin (23/9/2024).
Mereka telah menyusun strategi kampanye yang difokuskan pada pendekatan langsung kepada masyarakat melalui pertemuan-pertemuan di berbagai kecamatan dan desa, serta memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pemilih muda.
Di sisi lain, pasangan ini juga menegaskan komitmen mereka untuk menjaga suasana pilkada yang kondusif dan damai.
Baca Juga
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan para kontestan lainnya untuk bersaing secara sehat dan menjunjung tinggi demokrasi," kata Imron.
Sementara itu, Agus menyatakan, siap mendampingi Imron untuk mewujudkan visi dan misi tersebut. "Sebagai putra daerah, saya merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Cirebon. Bersama Pak Imron, kami akan bekerja keras untuk mewujudkan harapan masyarakat," kata Agus.
Keduanya pun berjanji akan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan pemerintahan, serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Pasangan Imron-Agus resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (27/8/2024). Mereka diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai NasDem.
Dalam Pilkada Kabupaten Cirebon, Imron-Agus akan bersaing dengan Rahmat Hidayat-Imam Saputra, Mohammad Luthi-Dia Ramayana, dan Wahyu Tjiptaningsih-Solichin.