Bisnis.com, CIREBON- Sekitar 2000 pengendara ojek online (ojol) di Cirebon, Jawa Barat akan mengepung Polres Cirebon Kota, Batalyon Cirebon, dan Polresta Cirebon, terkait tewasnya ojol bernama Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis milik Brimob.
Aksi besar-besaran ini akan digelar pada Sabtu (30/8/2025) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pengendara ojol dari Aliansi Online Cirebon Bersatu ini akan berkumpul di Alun-Alun Kejaksan, sebelum bergerak menuju Polres Cirebon Kota, Mako Brimob, dan Polresta Cirebon.
Tuntutan yang diajukan aliansi meliputi empat poin utama. Pertama, mendesak pengusutan secara transparan dan menyeret ke pengadilan semua pihak yang terlibat dalam pengoperasian kendaraan taktis Brimob hingga menewaskan korban. Kedua, meminta pertanggungjawaban penuh negara terhadap keluarga korban, bukan sekadar santunan, tetapi juga pengakuan resmi bahwa telah terjadi pelanggaran kemanusiaan.
Ketiga, menuntut adanya reformasi total terhadap kultur aparat kepolisian, khususnya Brimob. Mereka mendesak agar institusi kepolisian kembali pada jati diri sebagai pelindung rakyat, bukan menjadi ancaman. Keempat, menyerukan agar Kapolri segera dicopot dari jabatannya.
Aliansi Online Cirebon Bersatu menegaskan, kasus ini tidak bisa dianggap remeh. Mereka menolak adanya manipulasi atau upaya menutup-nutupi fakta, sebab nyawa pengendara ojol yang tewas adalah bagian dari masyarakat yang sedang berjuang mencari nafkah.
Baca Juga
“Tidak boleh ada manipulasi. Kami menuntut pertanggungjawaban penuh negara, bukan sekadar santunan,” kata koordinator aksi, Tryas Mochkamad Purnawarman.
Aliansi itu menegaskan, jika tuntutan tidak dipenuhi, maka aksi serupa akan terus digelar hingga ada kejelasan. Mereka menekankan bahwa tragedi yang menewaskan pengendara ojol bukan sekadar kecelakaan, melainkan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.
Sejumlah komunitas transportasi daring di Cirebon juga disebut-sebut akan ikut serta dalam aksi ini. Dukungan terus mengalir di berbagai grup media sosial yang digunakan para driver ojol untuk berkoordinasi. Banyak di antaranya menyatakan siap turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas terhadap korban.