Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Berkah Tol Cisumdawu Dirasakan Sumedang, PAD Hotel dan Restoran Meningkat Drastis

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang Tuti Ruswati menyebut adanya akses Tol Cisumdawu membawa berkah bagi sektor pajak hotel dan restoran.
Penjabat (Pj) Sekda Sumedang Tuti Ruswati (kanan)
Penjabat (Pj) Sekda Sumedang Tuti Ruswati (kanan)

Bisnis.com, SUMEDANG -- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang Tuti Ruswati menyebut adanya akses Tol Cisumdawu membawa berkah bagi sektor pajak hotel dan restoran. 

Hal tersebut dibuktikan dengan capaian mata pajak tersebut yang sudah melampaui target pada saat ini. 

"Dari target yang telah ditetapkan, saat ini sudah tercapai lebih dari 100 persen. Sehingga tahun depan kami akan mencoba meningkatkan target PAD dari sektor hotel dan restoran sesuai dengan potensi yang saat ini sudah terlihat baik," terangnya, Kamis (7/12/2024). 

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka acara Sosialisasi dan Optimalisasi Pajak Hotel dan Restoran Dalam Meningkatkan PAD di Kabupaten Sumedang di Sapphire City Park.

Dari sosialisasi tersebut diharapkan pelaku bisnis hotel dan restoran di Sumedang bisa terus meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Salah satunya adalah dengan menggenjot promosi dan meningkatkan layanan dengan membuat hal yang memancing orang untuk datang ke Sumedang. 

"Saya harap melalui sosialisasi ini para pelaku bisnis hotel dan restoran bisa terus meningkatkan kontribusinya terhadap PAD dengan meningkatkan transparansi, kejujuran, dan akuntabilitas dari pembayaran pajak hotel dan restoran," ujar Tuti. 

Untuk itu, Tuti menyebutkan, tahun 2024 Pemkab Sumedang akan meningkatkan target pendapatan dari pajak hotel dan restoran sesuai dengan potensi. 

"Saat ini Sumedang sudah dijadikan kabupaten tujuan studi banding oleh daerah lain, government tourism. Tentu saja ini sangat membantu terhadap peningkatan okupansi hotel," katanya. 

Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Sumedang Rohana mengatakan, sumber pendapatan daerah merupakan sumber pembiayaan pembangunan. 

"Sumber pendapatan daerah tersebut terdiri PAD, dana transfer, maupun lain-lain pendapatan yang sah sesuai dengan undang-undang no 23 tahun 2014," terangnya. 

Untuk meningkatkan kemandirian daerah, Rohana menyebutkan pemerintah daerah harus terus berupaya meningkatkan bagaimana sumber penerimaan dan pendapatan tersebut, baik dari PAD, dana transfer maupun lain-lain pendapatan daerah yang sah. 

"PAD ini ada beberapa sumber, antara lain dari pajak daerah, retribusi daerah, laba BUMD dan juga lain-lain PAD yang sah," ucapnya. 

Rohana juga menerangkan pendapatan daerah sampai dengan saat ini, terkait dengan realisasi pajak, dari target Rp 285 miliar terealisasi Rp 206 miliar atau 73 persen. 

"Tetapi dari 11 pajak, sudah ada 4 pajak yang sudah 100 persen. Antara lain dari pajak restoran, pajak parkir, pajak sarang burung walet, dan pajak hiburan. Artinya dari sisi pajak hotel, restoran dan hiburan ini cukup signifikan untuk tahun 2023," katanya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper