Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Badai PHK di Purwakarta, Awal Tahun Ini 334 Karyawan Dirumahkan

Dari laporan secara tertulis yang diterima, di awal tahun ini ada tiga perusahaan di Purwakarta yang terpaksa merumahkan karyawannya.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 19 Januari 2023  |  16:47 WIB
Badai PHK di Purwakarta, Awal Tahun Ini 334 Karyawan Dirumahkan
Ilustrasi. Industri benang - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, PURWAKARTA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta kembali mendapat kabar menyedihkan di awal 2023 ini. Pasalnya, ada beberapa perusahaan di wilayah ini yang kembali melaporkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta Didi Garnadi menjelaskan dari laporan secara tertulis yang diterima pihaknya, di awal tahun ini ada tiga perusahaan yang terpaksa merumahkan karyawannya.

Adapun perusahannya masing-masing, PT South Pacific Viscose, PT YT Tec Indonesia dan PT Karya Yasantara Cakti.

"Dari catatan di kita, di awal tahun ini ada 334 karyawan yang terkena PHK. Jumlah tersebut akumulasi PHK di tiga perusahaan tersebut," ujar Didi kepada Bisnis.com, Kamis (19/1/2023).

Adapun rincian karyawan yang dilaporkan terdampak PHK di awal tahun ini, kata Didi, yakni sebanyak 113 orang di PT South Pacific Viscose, 160 orang dari PT YT Tec Indonesia, serta 48 orang dari PT Karya Yasantara Cakti.

"Untuk yang PT Karya Yasantara Cakti, dari laporan terakhir ke kita, saat ini menuju proses penutupan perusahaan. Kalau dari dua perusahaan lainnya, PHK itu dilakukan karena efisiensi," jelas dia.

Didi menjelaskan, di sepanjang 2022 pun ada beberapa perusahaan yang melakukan PHK untuk efisiensi. Di antaranya, PT Indachi Prima dengan jumlah karyawan yang di-PHK sebanyak 67 orang, serta PT Eins Trend dengan jumlah yang di PHK-nya mencapai 2.400 orang.

"Jadi, yang melakukan efisiensi ini perusahaannya masih ada, cuma pengurangan karyawan saja," kata dia.

Terkait perusahaan yang gulung tikar, kata dia, sampai saat ini masih belum ada penambahan. Yakni, masih berjumlah empat perusahaan. Adapun perusahannya, masing-masing, PT NSS Indonesia, PT HS Apparel, PT Starpia dan PT Sripri Wiring Systems.

"Untuk empat perusahaan yang tutup ini, bergerak di sektor padat karya. Kalau yang pengurangan karyawan, itu ada di antaranya produsen serat rayon," jelas dia.

Didi menuturkan, dari laporan yang diterima jajarannya ada beberapa faktor penyebab terjadinya PHK ini. Di antaranya, karena perusahaan yang menjadi tempat mereka bekerja itu merugi gara-gara sepi ada order, sehingga terpaksa harus tutup.

"Penyebab utama tutupnya ke empat pabrik ini, karena sepi order ya. Ada juga karena alasan efisiensi, dan juga indisipliner karyawan," tambah dia. (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta PHK Massal
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top