Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jabar Berpotensi Jadi Lumbung Pangan dan Energi, BI Menilai Pemda Harus Penuhi 3 Hal Ini

Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat menilai Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan dan energi nasional.
Jabar selatan menjadi salah satu lokasi dibangunnya pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB)./Bisnis
Jabar selatan menjadi salah satu lokasi dibangunnya pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB)./Bisnis

Bisnis,com, BANDUNG - Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat menilai Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan dan energi nasional. Hal tersebut diyakini mengingat secara geografis Jawa Barat memenuhi kelengkapan untuk menjadi keduanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto mengatakan pihaknya melihat benang merah yang harus dipenuhi untuk mengakselerasi realisasi potensi tersebut. Di antaranya adalah terkait pemenuhan infrastruktur, identifikasi daerah produsen dan konsumen dan integrasi data untuk memudahkan produksi hingga kemudahan berinvestasi.

"Kalau bicara peluang Jawa Barat kan punya semua, dari mulai di Jawa Barat utara maupun selatan," ungkap Herawanto kepada Bisnis, Senin (19/9/2022).

Menurutnya, kelengkapan sejumlah instrumen tersebut mutlak harus dipenuhi, baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga Pemerintah Kabupaten/Kota.

"Tentu saja semua berdasarkan domainnya, semua harus berperan aktif merealisasikan hal ini," ungkapnya.

Herawanto menyontohkan, soal urgensi pemenuhan instrumen tersebut di Jabar selatan yang memang menjadi daerah mayoritas produsen pangan.

Di daerah tersebut, Herawanto menilai pemenuhan infrastruktur, identifikasi daerah produsen dan konsumen, dan integrasi data untuk memudahkan produksi hingga kemudahan berinvestasi adalah hal yang mendesak.

"Infrastruktur itu soal ongkos logistik, semakin lama, maka cost untuk logistik pangan akan terus tinggi, ini menyebabkan ketidak stabilan harga pangan," kata Herawanto.

Setelah itu, soal identifikasi daerah produsen dan konsumen juga perlu secepatnya dipetakan. Sehingga para petani sebagai produsen dan juga masyarakat sebagai produsen bisa diuntungkan.

"Jadi nanti produksi komoditas pangan itu menyebar, tidak memproduksi bahan pangan yang sama dalam satu musim, itu gak sehat untuk menjaga harga inflasi," ungkapnya.

Kemudian, untuk integrasi data agar memudahkan produksi hingga kemudahan berinvestasi juga tak kalah penting. Pasalnya saat ini dua hal tersebut masih berjalan sendiri-sendiri.

"Ini bisa dilakukan untuk mengetahui bagaimana permintaan pasar, sehingga produsen bisa memproduksi sesuai dengan permintaan pasar yang dampaknya terhadap jaminan harga jual maupun beli pada konsumen," jelasnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Bambang Pramono melengkapi, di sektor energi Jawa Barat memiliki potensi yang juga besar, terutama di daerah selatan. Beberapa di antaranya yakni, PLTA, PLTB, Geothermal hingga Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang.

"Semuanya kan bisa di Jawa Barat, namun perlu ada keseriusan dari pemerintah dengan memberikan kemudahan, insentif segala macam, ini perlu pemerintah pusat dan provinsi maupun kabupaten kota," jelasnya.

Ia tidak menampik, memang untuk meningkatkan minat investasi para investor sebagai pemilik uang perlu adanya jaminan baik dari segi SDM, hingga segi kemudahan berinvestasi. "Saya melihat memang perlu adanya langkah jangka menengah dan panjang, tapi sekarang pemerintah sedang mengarah ke arah sana," imbuhnya. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper