Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garut Gunakan Anggaran BTT untuk Penanganan PMK

Pemerintah Kabupaten Garut menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  13:24 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Garut menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut Sofyan Yani mengatakan kejadian PMK di Kabupaten Cirebon sudah memasuki status siaga. Ribuan hewan ternak di Kota Dodol sudah terpapar penyakit tersebut.

"Penggunaan BTT ini berdasarkan pernyataan Bupati Garut tentang KLB PMK di Kabupaten Garut yang sekarang telah memasuki status siaga PMK," kata Sofyan di Kabupaten Garut, Selasa (14/6/2022).

Dalam penanganan PMK, Pemerintah Kabupaten Garut sudah membentuk satuan tugas berdasarkan Keputusan Bupati Garut Nomor 524.31/KEP.237-DISKANAK/2022 Tentang Pembentukan Satgas Pengendalian dan Penanggulangan PMK.

Satgas tingkat kabupaten ini, beranggotakan lintas sektor termasuk Kepolisian dan TNI yang bertugas untuk melakukan langkah-langkah pengendalian dan penanggulangan PMK.

"Kami pun telah melakukan penetapan POV (Pejabat Otoritas Veteriner) dan dokter hewan berwenang melalui SK Bupati, respon kuratif atau pengobatan pada ternak terdampak, pencegahan penyebaran penyakit dengan penutupan pasar hewan dan promosi kesehatan," katanya.

Menjelang Hari Raya Iduladha 1443 H, ketersediaan hewan ternak di Kabupaten Garut, Jawa Barat sudah terpenuhi. Namun, di tengah wabah PMK kali ini, masyarakat diminta membeli hewan ternak lokal dari para peternak asli Garut.

"Karena kalau laporan dari dinas jumlah populasi yang ada kemudian juga nanti untuk kurban ya itu sangat cukup, sangat memadai, oleh karena itu beli produk lokal Kabupaten Garut, agar langsung dirasakan manfaatnya juga oleh petani-petani, peternak-peternak (asli Garut)," katanya.

Diskanak Kabupaten Garut mencatat, sebanyak 3.520 hewan ternak di Garut bergejala penyakit mulut dan kuku (PMK). Ribuang hewan tersebut tersebar di 18 kecamatan.

Dari 3.520 hewan ternak yang ada, sebanyak 1.317 ekor sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan.

Sementara, jumlah hewan ternak yang mati akibat diserang PMK sebanyak 47 ekor dan 77 ekor terpaksa dipotong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garut Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top