Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10.379 Warga Karawang Terima Kompensasi Tahap Final Atas Kasus Pencemaran Minyak

Sebanyak 10.379 warga Kabupaten Karawang menerima kompensasi tahap final terkait tumpahan minyak dari anjungan YYA-1 milik PHE ONWJ.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  16:29 WIB
Pembayaran kompensasi final insiden tumpahan minyak dengan penerima terdiri dari nelayan, pelaku wisata bahari dan poklahsar. Adapun total kompensasi tahap final ini mencapai Rp72,16 miliar.
Pembayaran kompensasi final insiden tumpahan minyak dengan penerima terdiri dari nelayan, pelaku wisata bahari dan poklahsar. Adapun total kompensasi tahap final ini mencapai Rp72,16 miliar.

Bisnis.com, KARAWANG - Sebanyak 10.379 warga Kabupaten Karawang menerima kompensasi tahap final terkait tumpahan minyak dari anjungan YYA-1 milik PHE ONWJ.

Penerima kompensasi ini merupakan nelayan, pelaku wisata bahari dan poklahsar. Adapun total kompensasi tahap final ini mencapai Rp72,16 miliar.

Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi Offshore Nort West Java (PHE ONWJ) Whisnu Bahriansyah mengatakan pembayaran kompensasi tahap final ini telah melalui beberapa tahapan. Seperti uji petik dan verifikasi, guna mendapatkan informasi terkait keabsahan data warga penerima kompensasi.

"Dalam mendata penerima kompensasi ini, kami melibatkan kelompok kerja (Pokja) Kabupaten Karawang , tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (PPLH IPB), tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan tim Kejaksaan Agung RI," ujarnya, melalui rilis yang diterima Bisnis.com, Rabu (31/3/2021).

Sehingga, lanjut Whisnu, pihaknya mendapatkan data sebanyak 10.379 orang. Ribuan warga itu, yang paling terdampak atas kasus pencemaran minyak mentah tersebut.

Dari 10.379 penerima itu, masing-masing berprofesi nelayan sebanyak 7.095 orang. Kemudian, pelaku wisata bahari sebanyak 1.146 orang. Serta, yang tergabung dalam Poklahsar sebanyak 2.138 orang.

Kompensasi tersebut, akan diberikan dengan cara transfer ke masing-masing nomor rekening penerima. Tak hanya itu, lanjutnya, PHE ONWJ juga sedang melakukan proses verifikasi bukti kepemilikan lahan bagi profesi budidaya atau tambak. Pembayaran bagi lahan tambak yang terdampak, akan dilakukan setelah proses verifikasi selesai.

"Kami haturkan terima kasih kepada Pemkab Karawang, tanpa bantuan yang diberikan Dinas Perikanan PHE akan merasa kesulitan dalam proses verifikasi data," jelasnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Hanafi mengatakan, pembayaran kompensasi tahap final ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Mengingat proses yang panjang dan memakan waktu yang lama. Selain itu, pembayaran kompensasi ini dilakukan dengan menggunakan prinsip kehati-hatian di mana proses yang verifikasi data dilakukan sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan.

"Terima kasih kepada PHE ONWJ yang sudah menepati janji untuk melakukan pembayaran kompenasasi final di akhir bulan ini. Mengingat hal ini memang sudah ditunggu oleh masyarakat," ujar Hanafi.

M Subangun, salah satu penerima kompensasi dari Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya mengatakan, dirinya sangat senang menerima kompensasi ini. Apalagi, kompensasi ini pencairannya cukup lama.

"Saya, mendaftar dari poklahsar. Kompensasi yang saya terima sebesar Rp 2,9 juta," ujarnya.

Hal yang sama juga dengan Ato (43), Ketua Rukun Nelayan Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, yang juga menerima kompensasi pembayaran tahap final. Dia yakin apa yang disampaikan oleh pihak PHE terkait pembayaran final akan dilakukan pada akhir bulan ini, bisa terealisasi. Hal itu terbukti dengan apa yang dia dapatkan hari ini.

"Alhamdulillah dapat Rp. 10,8 Juta," ujarnya dengan senyum bahagia. (K60)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karawang
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top