Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelajah Segitiga Rebana III: Polman Cirebon Diminta Pasok SDM Patimban

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap pembangunan Kampus 2 Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  20:14 WIB
Gubernur Jabar saat audiensi dengan jajaran Polman Bandung di Gedung Pakuan - Istimewa
Gubernur Jabar saat audiensi dengan jajaran Polman Bandung di Gedung Pakuan - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap pembangunan Kampus 2 Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Selain meningkatkan kualitas SDM lokal, Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- menjelaskan bahwa Polman Bandung di Cirebon ikut menyokong segitiga emas Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka) sebagai kawasan industri baru yang menjadi masa depan ekonomi Jabar.

Sehingga, Polman Bandung di Cirebon pun akan didukung infrastruktur memadai, antara lain pelabuhan internasional di Patimban, Subang, dan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka.

“Semoga dengan hadirnya kampus Polman bisa memperjuangkan kemajuan kualitas Sumber Daya Manusia di Kota Cirebon. Jadi nantinya masa depan Jabar itu ada di wilayah Rebana,” katanya saat beraudiensi dengan jajaran Polman Bandung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (21/10/2020).

Meski begitu, Kang Emil berpesan bahwa Kota Cirebon juga harus memiliki tiga hal untuk menyokong berdirinya kampus Polman Bandung --yang sebelumnya bernama Politeknik Mekanik Swiss (PMS-ITB)-- di wilayahnya.

“Pertama, mengenai penguatan teknologi manufaktur 4.0 secara umum, (yaitu) dengan dibantu oleh teknologi baru,” ujar Kang Emil.

Kedua, lanjutnya, adalah mengadakan jurusan Manufaktur Maritim untuk mendukung kualitas SDM yang diproyeksikan menjadi pekerja di Pelabuhan Patimban.

“Saya tidak mau pabrik banyak, tapi pengangguran pun tinggi. Hadirnya Polman (di Cirebon) ini harus menjadi solusi karena Patimban akan menjadi pelabuhan terbesar se-Indonesia,” ucapnya.

Ketiga, Kota Cirebon harus mengoptimalkan sektor ekonomi kreatif khususnya kriya yang akan menjadi daya tarik sebagai pelengkap hadirnya Kampus 2 Polman Bandung.

“Jadi, konveksi manufaktur ini ditujukan untuk maksimalkan kekuatan ekonomi kreatif kriya yang nanti akan dibantu oleh teknologi baru. Jangan sampai pengerjaannya masih manual,” tutur Kang Emil.

Sementara itu, Direktur Polman Bandung, Dede Buchori Muslim mengatakan, dirinya akan mengadopsi konsep kampus hijau dan berteknologi untuk pembangunan Polman Bandung di Kota Cirebon.

“Melalui dual pole concept yaitu blue pole dan green pole akan mendukung ekosistem teknologi manufaktur 4.0 di kampus Polman,” kata Dede.

Selain itu, menurut Dede, kampus Polman di Cirebon akan menghadirkan tiga bidang keilmuan yaitu sosial dan budaya, teknologi, serta ekonomi.

“Survei masyarakat Cirebon pun menginginkan bentuk pendidikan tinggi yang diharapkan adalah politeknik program studi teknik dengan jenjang D3/D4,” ujar Dede.

“Kami pun berharap peningkatan kualitas SDM Jabar khususnya di Cirebon menjadi terbantu setelah hadirnya kampus Polman,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Segitiga Rebana
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top