Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapasitas Lab Jabar Mentok, Ridwan Kamil Usul Tes Covid-19 Libatkan Swasta

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai kapasitas pengetesan Covid-19 yang dilakukan pemerintah masih belum optimal.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  14:17 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai kapasitas pengetesan Covid-19 yang dilakukan pemerintah masih belum optimal.

Ridwan Kamil mengatakan secara kuantitas sumber daya manusia hingga kemampuan laboratorium sudah didorong maksimal. Karena itu pihaknya meminta saran kepada Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengenai kemungkinan melibatkan pihak swasta untuk melakukan pengetesan.

Dia memberi ganbaran Jawa Barat memiliki penduduk paling besar dengan hampir 50 juta jiwa sekaligus menjadi penyangga seperlima ekonomi negara Indonesia. “Artinya, potensi risiko serta kerawanan penyebaran Covid-19 pun paling besar,” katanya di Gedung Pakuan, Bandung, Kamis (6/8/2020).

Pihaknya mengklaim jumlah pengetesan yang dilakukan sangat tinggi demi menanggulangi pandemi Covid-19. Bahkan relatif masih terkendali dibandingkan dengan provinsi lain, di luar DKI Jakarta.

“Kelemahan Jawa Barat karena faktor populasi adalah mengejar persentase testing. Itu saja, walaupun kalau dijumlah (tingkat pengetesan) kita ini sudah tertinggi di luar Jakarta ya. Per hari ini sudah 160.000 (testing). Provinsi tetangga, seperti Jawa Tengah Jawa Timur ada di bawahnya. Jadi dengan testing yang relatif lebih tinggi dibanding provinsi lain tapi angka kasus kami relatif lebih rendah,” kata Ridwan Kamil.

Secara umum, kapasitas testing yang sanggup dilakukan pihaknya sebanyak 5 ribu per hari atau kurang lebih sekitar 35 ribu testing setiap pekannya. Ia ingin kapasitas pengetesan bisa mencapai 50 ribu per pekan mendekati New York yang mencapai 60 ribu per pekan.

“Ada beberapa hal, ada tiga kalau boleh saya minta pendapat. Satu, kapasitas lab kami ini memang sudah mentok. Yang kedua, terima kasih sudah ada bantuan mobile mobile PCR (dari BNPB) itu membantu. Nah, yang ketiga Saya mau tanya ini ada tawaran dari pihak swasta,” katanya

Saat ini menurutnya ada beberapa pihak dari swasta yang ingin ikut terlibat dalam upaya peningkatan testing Covid-19, namun mereka ingin ada kesepakatan dari Doni Monardo.

“Pengetesan saja oleh pihak ketiga itu. Tinggal kita bayar saja satu kali berapa dengan kualitas sama. Bedanya, mobilnya mereka sediain semua sediain,” katanya.

Jika swasta diperbolehkan pihaknya yakin target pengetesan akan terkejar. “Nah kalau ini bisa pak yang ketiga Saya kira mengejar 50.000 per minggu untuk mengejar 1 persen penduduk kami 500.000 dari 50 juta mungkin secepatnya bisa tercapai,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Virus Corona
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top