Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cek Penerapan Protokol Kesehatan Tempat Hiburan di Kota Bandung, Ini Hasilnya

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna meninjau tempat karaoke dan klub F3X. Hasilnya, Ema belum menemukan penerapan protokol kesehatan yang baik di tempat hiburan malam tersebut.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  16:33 WIB
Peninjauan penerapan protokol kesehatan di salah satu tempat hiburan di Kota Bandung, hari ini - Bisnis/Dea Andriyawan
Peninjauan penerapan protokol kesehatan di salah satu tempat hiburan di Kota Bandung, hari ini - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung meninjau penerapan protokol kesehatan Covid-19 di sejumlah tempat hiburan.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna meninjau tempat karaoke dan klub F3X. Hasilnya, Ema belum menemukan penerapan protokol kesehatan yang baik di tempat hiburan malam tersebut.

"Secara umum karena Covid-19 ini sudah lama, jadi standar protapnya mereka sudah menyiapkan, cuma belum lengkap," ujar Ema, saat ditemui sesuai meninjau tempat hiburan, di Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (3/7/2020).

Untuk itu, Ema meminta kepada pengelola tempat hiburan untuk melengkapi terlebih dahulu sarana penunjang protokol kesehatan seperti tombol lift yang harus touchless, sensor suhu tubuh dan melakukan rapid test kepada setiap pengunjung yang datang sebelum masuk.

"Tapi ada beberapa catatan, nantinya kata mereka lift bakal touchless, tidak ada bersentuhan, kemudian hand sanitizernya pakai sensor, tidak ada sentuhan. Bahkan, pengunjung itu identitasnya harus diketahui, bila terjadi sesuatu seperti terpapar, kita mudah melacak, karena kejadian malam itu orang yang hadir bakal terlacak," katanya.

Meski demikian, Ema mengkhawatirkan terjadinya transmisi Covid-19 lantaran klub ataupun live akustik berisiko mengundang kerumunan.

"Nah, kalau live music itu yang khawatir, karena sudah ada orang joget-joget, jadi harus ada petugas yang mengawasi. Tapi, kalau orang hiburan, apakah menjadi nyaman kalau dijaga, itu harus dipikirkan," ucapnya.

Tak hanya itu, Ema juga ragu jika nantinya para pengunjung ke tempat karaoke tidak melakukan kontak fisik dengan pemandu lagu di dalam ruangan.

"Yang menjadi persoalan besar adalah, kalau di ruang karaoke, apa jaminannya pengunjung dan pemandu lagu itu tidak ada kontak fisik. Itu yang belum bisa dijawab oleh pengelola ini," katanya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung New Normal
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top