Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelajah Segitiga Rebana: Mengintip Pengerjaan Pelabuhan Patimban di Tengah Pandemi

Pelabuhan yang digadang-gadang sebagai yang terbesar di Tanah Air itu dijadwalkan beroperasi terbatas pada September 2020 untuk terminal kendaraan yang melayani aktivitas ekspor otomotif dengan kapasitas 225.000 unit kendaran utuh (compelety build up unit/CBU).
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  14:20 WIB
Proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat - Bisnis/Dea Andriyawan
Proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, SUBANG - Pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang tetap dikerjakan dengan protokol kesehatan yang baik.

Berdasarkan pantauan Tim Jelajah Segitiga Rebana II Bisnis Indonesia, Selasa (23/6/2020), pengerjaan pelabuhan yang diproyeksikan mampu mengurai kepadatan lalu lintas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok ini tetap berjalan di mana para pekerja diminta untuk tetap menjaga jarak serta menggunakan standar Alat Perlindungan Diri (APD).

Patimban memang menjadi proyek infrastruktur yang mampu menopang pergerakan logistik yang terletak di Kawasan Segitiga Rebana.

Pelabuhan yang digadang-gadang sebagai yang terbesar di Tanah Air itu dijadwalkan beroperasi terbatas pada September 2020 untuk terminal kendaraan yang melayani aktivitas ekspor otomotif dengan kapasitas 225.000 unit kendaran utuh (compelety build up unit/CBU). Adapun, terminal kontainernya baru dapat beroperasi pada awal 2021 dengan kapasitas 250.000 TEUs.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Purnomo mengakui rencana peluncuran pelabuhan ini memang diundur dari Juni 2020 menjadi September 2020 karena berbagai masalah, di antaranya hambatan lahan belum siap di back up area dan sejumlah tempat secara konstruksi masih perlu waktu.

Proyek pembangunan Pelabuhan Patimban secara keseluruhan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap 1 fase 1, akan diselesaikan pada November 2020 dengan kapasitas 218.000 kendaraan dan 250.000 TEUs untuk terminal peti kemas.

Setelah tahap 1 fase 1 dilakukan, maka akan dilanjutkan dengan pengembangan pada tahap 1 fase 2 yang ditargetkan pada tahun 2021 - 2023, dengan kapasitas optimum menampung 600.000 kendaraan dan kontainer sejumlah 3,75 juta TEUs.

Sementara itu, Tahap 2 dan tahap 3 akan dilakukan pada 2024 - 2027 dengan pengerjaan berupa pengembangan terminal peti kemas hingga mencapai kapasitas maksimal yaitu di atas 7 juta TEUs.

Total luas pelabuhan ini adalah 654 hektar dengan rincian 300 hektar untuk terminal peti kemas dan terminal kendaraan, serta 354 hektar akan diperuntukkan back up area berisi area pergudangan, perkantoran, pengelolaan, dan area bisnis.

Jelajah Segitiga Rebana II kembali bisa terlaksana dengan dukungan dari banyak pihak, di antaranya, Pemprov Jabar, Pemkab Majalengka, Bank BJB, PT Migas Hulu Jabar (MUJ), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, BIJB, Disparbud Jabar, JNE, XL dan Telkomsel. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Segitiga Rebana
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top