Prospek Bisnis Produk Ramah Lingkungan di Jabar Menganga

Kebutuhan produk ramah lingkungan yang terus meningkat menjadi kesempatan besar bagi pengusaha lokal untuk memenuhinya. Pangsa pasar yang jelas menjadi peluang yang menganga untuk digeluti.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 13 Oktober 2019  |  15:20 WIB

Bisnis.com, BANDUNG — Kebutuhan produk ramah lingkungan yang terus meningkat menjadi kesempatan besar bagi pengusaha lokal untuk memenuhinya. Pangsa pasar yang jelas menjadi peluang yang menganga untuk digeluti.

Direktur eksekutif Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Bandung, Cecep Kodir Jaelani menuturkan, hingga saat ini masih sedikit sekali produsen produk hijau, yang mampu memasok kebutuhan produk-produk ramah lingkungan.

“Produk hijau ini, artinya produk yang sehat dan ramah lingkungan,” kata dia, Minggu (13/10).

Terlebih, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah produk untuk dikonsumsi kini semakin tinggi. Sehingga, hal tersebut bisa menjadi peluang yang besar.

“Sudah sejak dulu kampanye produk ramah lingkungan di kampanyekan, baru kali ini ada action,” kata Cecep.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat serta pengusaha agar mengkonversikan proses produksi serta produknya menjadi produk yang mampu mengusung gaya sehat serta ramah lingkungan.

“Makanya kita adakan West Java Green, sebagai dorongan dari komunitas kepada pemangku kepentingan,” ungkap dia.

Pengembangan produk ramah lingkungan, menurutnya untuk saat ini menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, proses produksi produk hijau memang relatif tinggi. Sehingga, dibutuhkan inovasi dan solusi untuk membuatnya lebih menjanjikan.

“Saat ini ongkos produksi produk hijau masih relatif tinggi, karena harus memikirkan secara holistik, mulai dari proses produksinya hingga proses pengelolaan sampah atau limbahnya,” ungkap dia.

Di tempat yang sama, Bidang UMKM KADIN Jabar, Helma Agustiawan menurutkan, sudah saatnya bisnis hijau bisa berkembang dengan didukung oleh berbagai pihak baik segi keberpihakan pasar ataupun regulasi.

Terlebih, kebutuhan pasar terkait produk yang mengusung ramah lingkunngan terus tumbuh di tengah gempuran produk konvensional.

"Jadi gerakan ini adalah gerakan pentahelix. Tahun lalu kami adakan kelas yang lebih keci. Saat itu, kami mengajak lembaga keuangan, fintech syariah, bahkan institusi dan lembaga keuangan lainnya untuk melirik green bisnis ini. Karena pada saat ini berjalan begiru saja di komunitas maka impact-nya kurang luas, maka diperlukan dukungan. Kalau didukung dana lebih bersar maka green bisnis ini lebih Sustainable dan impactnya lebih luas," ujar Helmi. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ukm

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top