Hadirkan Inovasi Beragam, Kereta Api Kian Jadi Pilihan

Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  15:55 WIB

Bisnis.com, BANDUNG – Minat masyakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api kian meningkat. Hal tersebut tergambar dalam tingginya okupansi hingga banyak masyarakat yang terkadang kehabisan tiket perjalanan.

Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Edi Sukmoro menyebut, minat masyarakat terus meningkat setiap tahunnya selain karena harga tiket yang relatif terjangkau, ketepatan waktu tempuh, faktor keselamatan yang lebih terjamin juga menjadi daya tarik masyarakat memilih kereta api.

Selain itu, minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api kian menyedot perhatian dengan beragam tambahan fasilitas dan inovasi yang membuat masyarakat makin nyaman dalam bepergian.

PT KAI sebagai satu-satunya BUMN operator penyedia jasa layanan kereta api di Indonesia terus melakukan inovasi dengan me-launching kereta sleeper jenis baru yang diberi nama Luxury 2. Ini merupakan respons KAI atas tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api Luxury generasi pertama.

“Minat masyarakat untuk menggunakan Kereta Luxury generasi pertama sangat positif. Rata-rata okupansi kereta Argo Bromo Anggrek Luxury (Gambir-Surabaya Pasar Turi pp) mencapai 108%,” ujar Edi, Rabu (12/6).

Edi menjelaskan fasilitas yang disediakan dalam gerbong KA Luxury 2 berkapasitas 26 seat ini memiliki kesan mewah dengan hadirnya kursi yang bisa diputar 140 hingga 180 derajat dan memiliki sandaran kaki. Selain itu terdapat fasilitas lain yaitu televisi di setiap kursinya, USB Port, selimut, lampu baca, train atendance button serta mini bar. KAI juga menyediakan ruang tunggu yang lebih nyaman bagi penumpang yang memilih menggunakan KA Luxury.

Tak hanya itu, penumpang juga disediakan makanan berat, minuman, dan makanan penutup sebanyak 1 kali selama perjalanan. Makanan dan minuman disajikan dengan kemasan ramah lingkungan untuk mengurangi sampah plastik (green pack) yang merupakan inovasi salah satu anak perusahaan KAI yaitu PT Reska Multi Usaha. Untuk melengkapi layanan bagi penumpang Kereta Api Luxury, di Stasiun Gambir dan Surabaya Pasarturi telah tersedia ruang tunggu khusus bagi penumpang Kerea Api Luxury.

Selain itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api menjelang angkutan lebaran, mulai Selasa, (14/5) KAI menambah frekuensi perjalanan Kereta Api Pangrango. Kini total jumlah perjalanan yang dilayani di rute tersebut menjadi 12 perjalanan. Kereta Api Pangrango Tambahan ini memiliki kapasitas penumpang yang sama dengan Kereta Api Pangrango eksisting, yakni satu kereta eksekutif dengan 50 tempat duduk dan empat kereta ekonomi dengan kapasitas 424 penumpang. Sehingga totalnya adalah 474 tempat duduk dalam satu rangkaian. Sementara itu di rute Bandung-Semarang Tawang (pp), mulai 1 Juni 2019 KAI juga menambah frekuensi perjalanan Kereta Api Ciremai (Bandung – Semarang Tawang pp) dari dua perjalanan menjadi empat perjalanan per hari.

Tingginya minat masyarakat menggunakan moda kereta api tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Di Pulau Sumatera peningkatkan volume penumpang terjadi pada LRT Palembang. Untuk mengakomodir minat masyarakat yang tinggi, maka sejak Jumat (7/6) jumlah perjalanan LRT ditambah dari 52 menjadi 58 perjalanan per hari. Pada momen perdananya melayani Angkutan Lebaran,  LRT Palembang tercatat mengangkut 184.897 penumpang pada periode 26 Mei sampai 11 Juni 2019.

“KAI tidak hanya berfokus meningkatkan okupansi penumpang saja. Sebagai perusahaan penyedia jasa layanan transportasi publik, kenyamanan dan kepuasan penumpang merupakan aspek yang terus diperhatikan. Salah satu hal yang KAI lakukan yaitu menambah berbagai sarana dan prasarana di stasiun,” jelas Edi.

Salah satu penambahan fasilitas yang bisa dilihat yakni di Stasiun Pasar Senen. Stasiun Pasar Senen merupakan stasiun pemberangkatan penumpang terbanyak pada musim mudik dari Jakarta ke berbagai kota di Pulau Jawa dan sebaliknya. Di stasiun ini, KAI melakukan penambahan fasilitas ruang tunggu dengan menambah kursi sebanyak 620 dari semula hanya 80 kursi sehingga saat ini menjadi 700 kursi. Selain itu, KAI juga melakukan perpanjangan peron (peron 3 dan 4) untuk mengakomodasi naik dan turun penumpang.

KAI juga membuat ruang tunggu di berbagai stasiun lebih ramah anak agar tetap nyaman saat menunggu keberangkatan. Ruang tunggu di beberapa stasiun kini dilengkapi area bermain anak dan nursing room yang nyaman untuk memfasilitasi ibu yang membawa bayi/balita yang ingin memberikan ASI saat menunggu kereta api

Selain itu, untuk mengakomodasi minat masyarakat terutama generasi milenial, kini di beberapa stasiun tersedia fasilitas coworking space. Edi menjelaskan, saat ini ada 9 stasiun yang telah dilengkapi dengan fasilitas coworking space, seperti di Stasiun Bandung, Gambir, Juanda, BNI City, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Surabaya Gubeng dan Stasiun Jember.

“Ruangan ini juga dibangun untuk memfasilitasi penumpang kereta api yang harus tetap bekerja meski sedang mudik atau bepergian. Adapun fasilitasnya terdiri dari koneksi internet, tempat duduk yang nyaman dilengkapi meja dengan design yang artistik serta interior ruangan yang colourful. Penumpang cukup menunjukkan boarding pass dengan tanggal keberangkatan atau kedatangan pada hari yang sama untuk bisa menggunakan fasilitas ini.,” kata Edi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis jabar

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top