70% Kebakaran Berasal Dari Peralatan Elektronik, Ini Upaya Pemprov Jabar

Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 29 April 2019  |  22:29 WIB
Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut penyebab kebakaran di Jawa Barat 70% di antaranya disebabkan oleh peralatan elektronik yang tidak berkualitas.
 
Hal tersebut disampaikan yang akrab disapa Emil usai menandatangani Lettern of Intent (LoI) kampanye Safety, Green and Smart Electricity dengan International Copper Association (ICA) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung, Senin (29/4).
 
Usai penandatanganan ini, Emil mengatakan selanjutnya pihaknya akan segera membentuk tim untuk melakukan audit ke rumah-rumah warga di Jawa Barat. Tujuannya, untuk mengetahui kualitas instalasi kelistrikan yang menjadi penyebab utama tingginya angka kebakaran di Jawa Barat.
 
“Dan sebagai pemimpin saya harus menyiapkan kehidupan yang lebih selamat, tapi gak ada datanya, kerja sama dengan ICA ini selama lima tahun, atas masukan PBB Jawa Barat akan dijadikan percontohan, jadi semua akan diaudit oleh Pemprov Jabar kerjasama dengan mereka,” jelasnya.
 
Dari hasil audit tersebut, Pemprov Jabar akan mengkategorikan rumah-rumah di Jawa Barat, yakni kategori aman, kurang aman dan tidak aman dari ancaman kebakaran akibat kualitas instalasi listrik. 
 
“Kepada yang potensi kurang dan tidak aman, kita akan edukasi untuk mengganti dengan kualitas kelistrikan yang memadai, supaya tidak terjadi 70 persen kebancanaan itu,” ungkapnya.
 
Dalam dua bulan ini pihaknya akan membentuk tim audit yang akan mendatangi rumah per rumah. Namun, sebelumnya pihaknya akan terlebih dahulu mengedukasi petugas dengan sertifikasi petugas kelistrikan agar dapat menjalankan tugas dengan baik. 
 
Nantinya, para petugas yang mengaudit kelistrikan rumah warga akan mengedukasi warga terkait risiko kebakaran yang bisa terjadi akibat kualitas instalasi atau peralatan elektronik yang dibawah standar kalaikan. 
 
Daerah Jawa Barat yang akan dilakukan audit lebih dulu menurut Emil akan dilakukan di kota-kota padat penduduk, seperti Depok, Bekasi, Bandung dan Cirebon.
 
“Yang padat [penduduk] dulu,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran di salah satu kota besar di Indonesia telah terjadi di tahun 2016 kebakaran sebanyak 1.047, yang 754 diantaranya disebabkan  karena listrik dan di tahun 2017 sebanyak 1.185 kejadian sebanyak 851 disebabkan karena listrik. 

Menurut Director East & Southeast Asia Collin May, penyebab kebakaran antara lain perawatan tidak sesuai standar, terdapat bagian listrik yang terbuka, isolasi kabel yang buruk, terjadi overload pada sistem instalasi listrik, kerusakan pada sistem instalasi listrik, penggunaan peralatan instalasi listrik yang standar, serta kondisi listrik yang buruk.

Ini adalah sebuah kenyataan umum tidak hanya di Indonesia tapi di beberapa negara bahwa pengguna atau konsumen tidak peduli dengan kabel listrik di rumahnya. Orang-orang mengira bahwa kabel listrik dirumah mereka sudah aman dan sistem pelistrikannya sudah diatur dan dicek.” tambah Collin May.

Dengan maraknya kebakaran di pemukiman warga danperkantoran tersebut, maka International Copper Association (ICA) Southeast Asia dan Provinsi Jawa Barat akan melakukan kampanye keselamatan kelistrikan dengan Safety, Green and Smart Electricity.

Hal ini ditandai dengan pemberian sertifikasi gratis bagi instalatir listrik. Sertifikasi kompetensi ini diperlukan para tenaga ahli untuk menunjang kredibilitasnya. Kegiatan akan dilakukan mulai tahun 2019 hingga akhir tahun 2024

Lewat kerjasama ini juga memberikan inspeksi listrik gratis bagi warga Jawa Barat dan edukasi pada masyarakat mengenai bahaya kebakaran dan pentingnya Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi pemilik rumah tinggal. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandung raya

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top