Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pilkada, Dana Hibah Kab Bandung Mesti Dipelototi

Seluruh komponen masyarakat Kab Bandung diminta ikut mewaspadai penggunaan dana bantuan sosial dan hibah pada tahun ini. Pasalnya, jelang Pilkada pada 9 Desember 2015, pemda sengaja menaikan nilai anggaran kedua pos yang rawan penyelewengan tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 April 2015  |  12:30 WIB
jibiphoto
jibiphoto

Bisnis.com, SOREANG - Seluruh komponen masyarakat Kab Bandung diminta ikut mewaspadai penggunaan dana bantuan sosial dan hibah pada tahun ini. Pasalnya, jelang Pilkada pada 9 Desember 2015, pemda sengaja menaikan nilai anggaran kedua pos yang rawan penyelewengan tersebut.

Pada tahun ini, pemda mengalokasikan anggaran dana hibah sebesar Rp131,2 miliar dari tahun sebelumnya sebesarnya Rp107,5 miliar. Sedangkan alokasi bantuan sosial justru menurun dari Rp13,8 miliar menjadi Rp12,6 miliar.

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Forum Diskusi Anggaran (FDA) Kabupaten Bandung, Deni Abdullah mengatakan, sebaiknya dana bansos dan hibah pada tahun pilkada ini dihentikan untuk sementara waktu karena dikhawatirkan petahanan demi mendapatkan simpati masyarakat.

Karena sudah terlanjur diketuk, dirinya meminta Pemrov Jabar, Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri untuk melototi penggunaan dana bansos dan hibah ini. Terlebih pusat punya kewenangan untuk menahan pencairan dana tersebut.

"Kedua sumber dana itu bisa tidak dicairkan saat tahun pilkada. Pemerintah kan bisa menangguhkannya dulu," katanya.

Ada kecendrungan calon petahana kepala daerah di Indonesia menggunakan APBD sebagai salah satu alat kampanye. Sehingga, perlu diwaspadai dan menjadi salah satu fokus perhatian semua pihak terkait.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Sofian Nataprawira menjelaskan, peningkatan dana hibah ini sesuai dengan aspirasi yang disampaikan warga masyarakat.

"Besarannya bergantung permohonan dari masyarakat serta ketentuan yang berlaku. Jadi itu yang menjadi acuannya," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandung raya
Editor : Yanto Rachmat Iskandar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top