Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Keluarga Gubernur Jabar Periode 1993-2003 R Nuriana Mohon Maaf kepada Masyarakat

Sebelum menjadi gubernur, Nuriana menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi sampai 1993, kemudian ditunjuk jadi Gubernur Jabar menggantikan Yogie Suardi Memet.
Gubernur Jawa Barat periode 1993-2003, Raden Nana Nuriana
Gubernur Jawa Barat periode 1993-2003, Raden Nana Nuriana

Bisnis.com, BANDUNG--Gubernur Jawa Barat periode 1993-2003, Raden Nana Nuriana dimakamkan di di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Kamis 11 Juli 2024.

Menantu Nuriana, Yudi Guntara menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat bila semasa hidup, mantan Pangdam III Siliwangi tersebut pernah melakukan kesalahan.

"Mohon doa atas nama almarhum. Kalau selama bertugas, berdinas, kalau ada yang kurang berkenan, mohon dimaafkan," ujar Yudi.

Almarhum meninggal pada Kamis pagi, pukul 04.55 WIB di Rumah Sakit Santo Borromeus karena sakit. Pihaknya juga menghaturkan banyak terima kasih kepada semua pihak terutama pada Pemprov Jabar, Kodam III Siliwangi, legiun veteran dan lainnya, yang telah turut mengantarkan Almarhum Nuriana ke tempat peristirahatan terakhir, TMP Cikutra.

"Secara khusus, kami mengucapkan terimakasih," ucapnya.

Dalam pemakaman Nuriana, turut hadir Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono, Plh Asda Setda Pemprov Jabar Dodo Suhendar. Upacara Pemakaman Militer dipimpin oleh Pj Gubernur Bey Machmudin, selaku inspektur upacara.

Raden Nana Nuriana lahir pada 17 April 1938 di Kabupaten Sumedang. Ia adalah Gubernur Jawa Barat dua periode, periode 1993−1998 dan 1998−2003.

Nuriana juga adalah seorang purnawirawan tentara dengan pangkat terakhir Mayjen TNI. Ia menamatkan pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) pada tahun 1962.

Sebelum menjadi gubernur, ia menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi dari tahun 1991 sampai 1993, kemudian ditunjuk jadi Gubernur Jabar menggantikan seniornya, Yogie Suardi Memet.

Selama menjabat gubernur periode periode 1993−1998 dan 1998−2003, Nana Nuriana dikenal sebagai sosok yang pendiam dan terkesan low profile.

Pada saat Presiden Soeharto mempersiapkan Kawasan Jonggol sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia, dia membentuk tim khusus dan turut membantu pembebasan lahan untuk mendukung gagasan tersebut.

Pada tahun 1997, Nana memohon dukungan kepada DPRD Jawa Barat dalam mengajukan wilayah selatan atau penyangga kawasan calon ibu kota Indonesia baru di Jonggol untuk dijadikan pusat pemerintahan provinsi yang baru, yaitu Cikalongkulon, Cianjur serta sebagian desa di Jonggol selatan.

Alasan pemindahan ibu kota baru Jawa Barat cukup beragam yang dimulai dari tuntutan warga Banten yang mengeluh jauhnya ibu kota Jawa Barat dari wilayah mereka hingga lokasi kantor-kantor pemerintan provinsi yang terpisah-pisah. Akan tetapi, hingga akhir jabatannya pemindahan tersebut tidak terlaksana.

Pascareformasi, Nana menjadi tokoh penting dalam pembentukan Provinsi Banten, serta berperan besar dalam peningkatan status kota administrasi di Jawa Barat. Nuriana pernah mendapat penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari pemerintah pada 7 Agustus 1995. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper