Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kawasan Wisata Batik Trusmi Cirebon Masih Terganggu Jalan Rusak

Wisata Batik Trusmi merupakan salah satu andalan Kabupaten Cirebon untuk mengundang banyak orang.
Jalan rusak menuju daerah Wisata Batik Trusmi
Jalan rusak menuju daerah Wisata Batik Trusmi

Bisnis.com, CIREBON- Sebagian ruas jalan di Kawasan Wisata Batik Trusmi Kabupaten Cirebon, mengalami kerusakan. Selain menghambat lalu lintas, kerusakan jalan ini juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Perbaikan ruas jalan rusak itu mendesak dilakukan agar mobilitas warga maupun wisatawan tidak terganggu. Wisata Batik Trusmi merupakan salah satu andalan Kabupaten Cirebon untuk mengundang banyak orang.

Salah satu titik jalan rusak di Kawasan Batik Trusmi ada di Buyut Trusmi. Sepanjang 500 meter di ruas jalan itu mengalami kerusakan parah. Pengendara yang melintas  harus menghindari lubang dan terpaksa menurunkan laju kecepatan kendaraan.

Kondisi kian parah setelah hujan deras mengguyur. Genangan muncul dihampir semua jalan yang berlubang.

Warga Buyut Trusmi, Gofar menuturkan, kondisi kerusakan tersebut terjadi sejak pandemi covid-19. Seharusnya, wisata tersebut memiliki kondisi jalan yang mulus, sehingga nantinya bisa memberikan kenyamanan dan keamanan saat berkunjung.

Kejadian beberapa waktu lalu, kata Gofar, bagian suspensi kendaraan roda dua miliknya mengalami kerusakan karena diduga sering menghantam jalan rusak di Buyut Trusmi.

“Shockbreaker motor saya rusak. Terus kalau pas melintas di jalan rusak suka sakit ke bagian perut," kata Gofar diKawasan wisata Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon, Kamis (1/2/2024).

Selain Gofar, ada seorang wisatawan bernama Ramadhani merasakan keluhan yang sama. Saat berada di kawasan tersebut ia kesulitan berkeling dari satu toko ke toko lainnya.

Berkeliling mencari batik sambil berjalan kaki menurutnya sangat tidak nyaman. “Pakai motor saja, jalannya kurang bagus kalau pakai mobil,” kata Ramadhani.

Wisata Batik Trusmi adalah pusat industri kerajinan batik terbesar di Kabupaten Cirebon. Lebih dari 3.000 orang di kawasan itu menggantungkan hidup dari batik.

Berjarak empat kilometer dari pusat pemerintahan daerah, pengrajin batik yang ada di kawasan tersebut tersebar di Desa Trusmi Wetan, Trusmi Kulon, Wotgali, hingga Kaliwulu.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon segera melakukan lelang pekerjaan perbaikan ruas jalan pada awal 2024.

Imron menyebutkan, sebagian besar warga di Kabupaten Cirebon sudah mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki jalan rusak. Kondisi tersebut dianggap menghambat aktivitas.

"Sejak Januari harusnya sudah lelang, karena berdasarkan instruksi pemerintah pusat sudah diperbolehkan lelang sejak awal tahun,” kata Imron.

Imron memohon kepada masyarakat di Kabupaten Cirebon untuk bersabar terkait jalan rusak. Dalam upaya proses perbaikan jalan rusak harus dilakukan berdasarkan mekanisme yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Cirebon, kata Imron, tahun ini berjanji bakal memperbaiki seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan. “Jalan rusak masih menyebar dari ujung timur hingga barat Kabupaten Cirebon,” kata Imron.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Hakim Baihaqi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper