Soal Percepatan Penanganan Stunting Nasional, BRIN: Sumedang Harus Jadi Rujukan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) rekomendasikan Sumedang menjadi acuan dalam penanganan stunting secara nasional. 
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman

Bisnis.com, SUMEDANG - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) rekomendasikan Sumedang menjadi acuan dalam penanganan stunting secara nasional. 

Direktur Kebijakan Pembangunan Manusia Kependudukan dan Kebudayaan BRIN Anugerah Widiyanto menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang memiliki cara dan metode yang baik dalam penanganan stunting. 

Sehingga pihaknya merekomendasikan Sumedang bisa menjadi contoh nasional sebagai acuan program di daerah dalam penurunan stunting. 

"Kami sudah membuat jadwal studi untuk Indonesia Emas. Masukannya program bisa lebih dipercepat di tahun 2035. Saya kagum capaian digital Sumedang sangat luar biasa," tuturnya, dikutip Kamis (9/3/2023). 

BRIN sendiri sudah melihat bagaimana data yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang di Command Center yang menjadi rujukan rumusan kebijakan dalam penanganan stunting. 

Dalam kunjungannya tersebut, Anugerah menjelaskan secara umum dimaksudkan untuk berdiskusi sekaligus meninjau ke lapangan guna mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebijakan, strategi dan program Kabupaten Sumedang sebagai praktik baik dalam percepatan penurunan stunting. 

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan Mego Pinandito menyampaikan, Kabupaten Sumedang merupakan salah satu kabupaten yang menerapkan SPBE sebagai dasar pemantauan dalam percepatan  penurunan stunting. 

"Dengan konsep luar biasa dari Sumedang ini, kami akan pelajari dan sedapat mungkin kita coba menjadi sebuah rekomendasi untuk kita bawa secara nasional," ujarnya. 

Dikatakan Mego, jika hasil kajian sudah didapatkan, akan dibawa ke  daerah lain. 

"Pihak BRIN telah merekomendasikan untuk datang langsung ke Sumedang sehingga prosesnya lebih cepat," ujarnya. 

Ia berharap dengan model seperti itu, percepatan pembangunan khususnya bidang kesehatan segera tercapai. 

"Tidak harus menunggu sampai Indonesia Emas 2045, tapi bisa kita percepat sebelumnya," ungkapnya. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman menyampaikan esensi dari pertemuan tersebut sebagai upaya mendorong pembangunan manusia di Kabupaten Sumedang dimana entry point-nya penanganan stunting dan kemiskinan. 

"Banyak insight yang kita dapatkan dari Pak Deputi. Kita banyak belajar. Kami eksplor sekilas learning journey Sumedang dalam mengoptimalkan pembangunan berbasis digital," kata Sekda Herman 

Menurutnya, hat tersebut merupakan langkah kecil sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat Sumedang secara eksponensial di tengah-tengah dinamika global yang terjadi saat ini. 

"Tentu kita harus mengakselerasi agar bisa setara bahkan melampaui negara lain. Konkretnya harus ada role model , harus ekseskusi. Insyaaallah Sumedang siap menjadi piloting, dibimbing para guru besar dan doktor dari BRIN supaya selangkah lebih maju," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper