Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sebanyak 350 Ekor Hewan Ternak di Garut Mati Akibat PMK

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut mencatat hingga Senin (29/8/2022), 350 ekor hewan ternak mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 29 Agustus 2022  |  15:12 WIB
Sebanyak 350 Ekor Hewan Ternak di Garut Mati Akibat PMK
Seorang dokter hewan menyuntikkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada hewan ternak sapi perah di Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Bagikan

Bisnis.com, GARUT - Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut mencatat hingga Senin (29/8/2022), 350 ekor hewan ternak mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Sofyan Yani mengatakan, ratusan hewan ternak yang mati akibat PMK itu sebagian besar merupakan sapi.

Sofyan mencatat, selama wabah PMK menyerang Kabupaten Garut, 8.887 hewan terpapar. Dari jumlah tersebut, 5.934 sudah sembuh dan sebagiannya masih menjalani pengobatan.

“Angka kesembuhan PMK di Kabupaten Garut cukup tinggi, namun tetap ada beberapa hewan ternak yang mati,” kata Sofyan yang juga Ketua Satgas Pencegahan PMK Kabupaten Garut, Senin (29/8/2022).

Sofyan mengatakan, PMK di Kabupaten Garut mewabah ke 26 wilayah kecamatan yang tersebar di seluruh bagian daerah.

Ditambahkan Sofyan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan penanganan mulai dari, karantina wilayah, biosekuriti, pengobatan ternak bergejala PMK, vaksinasi PMK, penyemprotan disinfektan, hingga area kandang terdampak.

“Kami juga sudah menyerahkan dana kerohiman untuk 174 ekor ternak dari 130 orang peternak,” katanya.

Peternak Sapi di Kabupaten Garut masih dihantui kerugian akibat penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Beberapa kali, hewan ternak ditawar murah oleh pembeli.

Peternak sapi di Kecamatan Cikajang, Heri Herdiansyah (40) mengatakan, sapi yang pernah terpapar PMK dan sudah dalam kondisi sembuh pernah ditawar oleh pembeli sebesar Rp7 juta. Padahal, harga modal mencapai belasan juta.

"Sangat rugi, dijual bingung, tidak dijual masih tetap terancam PMK. Mohon ada solusi terbaik dari pemerintah," kata Heri.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan, peternak sapi di wilayahnya jangan sampai menjatuhkan harga di tengah wabah PMK.

"Saya imbau kepada para peternak jangan terpengaruh dengan upaya-upaya yang tidak terpuji, yang menjatuhkan harga sapi yang terkena PMK ini," kata Helmi.

"Tolong nanti komunikasi kalau ada yang seperti itu, komunikasi dengan dinas, komunikasi nanti dengan tempat pemotongan hewan ya," sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) garut
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top