Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hati-hati, Jalur Lingkar Timur Kuningan Minim Penerangan

Pantauan Bisnis.com, jalur anyar di Kabupaten Kuningan tersebut melintang dari Kecamatan Cilimus, perbatasan Cirebon-Kuningan hingga wilayah perkotaan.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 04 Mei 2022  |  14:16 WIB
Ruas jalan Lingkar Timur di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih minim penerangan. - Bisnis/Hakim Baihaqi
Ruas jalan Lingkar Timur di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih minim penerangan. - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, KUNINGAN - Ruas jalan Lingkar Timur di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih minim penerangan. Hal tersebut dikhawatirkan membahayakan bagi pemudik dan warga yang melintasi jalur tersebut pada malam hari.

Pantauan Bisnis.com, jalur anyar di Kabupaten Kuningan tersebut melintang dari Kecamatan Cilimus, perbatasan Cirebon-Kuningan hingga wilayah perkotaan.

Toto Suharto, 45, pemudik dari Jakarta mengatakan, titik ruas jalan yang mengalami penerangan berada di titik antara Kecamatan Japara hingga Kecamatan Kuningan.

"Padahal dari Cilimus sampai Cigandamekar itu ada lampu, cuma dari sekitar Japara sampai habis jalan lingkar habis gelap," kata Toto Suharto kepada Bisnis.com di Jalur Lingkar Timur Kuningan, Selasa (4/5/2022) malam.

Pemudik lainnya, Hardianto, 50, menyebutkan, seharusnya ruas jalan tersebut diberikan penerangan jalan umum (PJU) sebelum arus mudik berlangsung.

Hardianto mengatakan, saat melintasi titik ruas jalan tersebut ia terpaksa menurunkan laju kecepatan kendaraaan untuk menghindari kecelakaan.

"Jalannya kan naik turun, bahaya juga kalau kurang penerangan. Terpaksa lewat jalur ini karena di jalur utama sudah macet," kata Hardianto.

Ruas jalan sepanjang 7,2 kilometer ini dibangun sebagai alternatif dari Cirebon ke Kuningan atau sebaliknya. Selain itu, untuk mengurangi kepadatan lalulintas di Jalan Cirebon-Kuningan.

Pembangunan Jalan Lingkar Timur Kuningan dimulai sejak Desember 2019 sesuai kontrak senilai Rp97,37 miliar oleh PT Seneca Indonesia dan konsultan pengawas PT Seecons (KSO), PT Indec Internusa, dan PT Sinergi Teknik Utama.

Akibat pandemi Covid-19, proyek tersebut terdampak refocusing dan terkendala pembebasan lahan sehingga mundur hingga akhir November 2021.

Berdasarkan informasi, ruas jalan yang memiliki panjang 7,2 kilometer ini dimulai dari Desa Garatengah (Kecamatan Japara) sampai Desa Kedungarum (Kecamatan Kuningan).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat Kementerian PUPR Wilan Oktavian mengatakan, pembangunan jalan lingkar timur ini merupakan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan.

 "Pemda sebelumnya telah membangun sepanjang 6,5 km jadi total sekitar 13,7 km," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran jalur mudik
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top