Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Badan Pangan Nasional Kolaborasi dengan PKC Jaga Stok Sapi untuk Masyarakat

Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek Maryadi menegaskan perusahaannya siap bersinergi dengan National Food Agency (NFA) atau Badan Pangan Nasional untuk menjaga stok daging sapi jelang Ramadan dan Idulfitri 2022 mendatang.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 15 Maret 2022  |  14:45 WIB
Badan Pangan Nasional Kolaborasi dengan PKC Jaga Stok Sapi untuk Masyarakat
Direktur Utama Pupuk Kujang, Maryadi (Kiri) bersama Direktur Operasi dan Produksi, Robert Sarjaka dan Zuryati Simbolon, Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk, Kementerian BUMN saat meninjau kandang sapi Pupuk Kujang. - Istimewa

Bisnis.com, KARAWANG - PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) sejuah ini turut andil dalam mendukung ketahanan pangan Nasional. Bukan hanya di sektor pertanian, tapi juga termasuk dari sektor peternakan.

Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek Maryadi menegaskan perusahaannya siap bersinergi dengan National Food Agency (NFA) atau Badan Pangan Nasional untuk menjaga stok daging sapi jelang Ramadan dan Idulfitri 2022 mendatang.

Salah satunya, kata Maryadi, yakni dengan menyiapkan lahan khusus untuk peternakan sapi lokal yang luasnya mencapai 2.500 meter persegi. Lahan seluas itu, diklaim bisa menampung sekitar 1.800 ekor sapi titipan dari Badan Pangan Nasional itu.

"Dalam pengembangan sapi ini, tentu memerlukan penanganan khusus. Dan kami, siap menangani dengan baik di sapi-sapi tersebut di kandang yang kita siapkan," ujar Maryadi dalam keterangannya, Selasa (15/3/2022).

Saat ini, lanjut Maryadi, Pupuk Kujang sedang berkoordinasi dengan tim untuk menyiapkan segala persyaratan teknis untuk menampung 1.800 ekor sapi tersebut.

"Dalam waktu dekat ini kami siapkan segala sesuatunya. Dalam dua pekan, kami sudah mulai siap menangani sapi-sapi ini," ujar Maryadi.

Menurut Maryadi, amanat menjaga 1.800 ekor sapi dari Badan Pangan Nasional untuk masyarakat ini adalah tanggung jawab perusahaan terhadap komitmen menjaga ketersediaan pangan. Selain itu, amanat ini menjadi salahsatu cara untuk lebih mengoptimalkan aset perusahaan.

"Dengan amanat ini, aset berupa kandang sapi kita mempunyai manfaat lebih," ujar Maryadi.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menuturkan, sejauh ini pihaknya terus berupaya memenuhi stok daging sapi untuk masyarakat. Skema utama yang disiapkan yaitu mobilisasi sapi lokal untuk mendekati pasar-pasar masyarakat.

"Selain program tersebut, ada juga skema penyediaan daging frozen dan skema impor sebagai opsi terakhir. Untuk opsi impor dilakukan jika diperlukan. Jika perlu impor, itu Kementerian Pertanian akan mempersiapkan Instalasi Karantina Hewan (IKH)," kata Arief.

Adapun upaya untuk memperkuat mobilisasi sapi lokal, yakni dengan merevitalisasi sejumlah kandang agar siap menampung pasokan khusus untuk kebutuhan masyarakat. Arief menuturkan, kandang-kandang ini akan menampung sapi lokal produksi dalam negeri supaya lebih mendekati sentra-sentra konsumen.

"Kita mobilisasi sapi-sapi dari wilayah Jatim, Jateng, Sumbawa, Sumba dan NTT supaya tersalurkan sebelum lebaran. Di Jawa Barat, kandang sapi di Pupuk Kujang akan jadi salahsatu tempat penyimpanan. Tujuannya supaya sapi lokal terserap maksimal," tambah dia.

Untuk diketahui, sejak tahun 2013 Pupuk Kujang mengembangkan peternakan sapi lokal di dalam kawasan mereka. Peternakan sapi ini diperuntukkan untuk penelitian air seni dan kotoran sapi untuk bahan baku pupuk organik.

Selain kandang, Pupuk Kujang juga memiliki lahan untuk budi daya pakan sapi. Lahan tersebut ditanami dengan rumput gajah yang dikawinkan dengan tanaman tebu sehingga memiliki kandungan gizi yang baik. (K60)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk kujang badan pangan nasional (BPN)
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top