Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Ewindo Kembangkan 9 Benih Unggulan Baru

Managing Director Ewindo Glenn Pardede mengatakan sebagai produsen benih perusahaannya turut andil untuk menyukseskan program ketahanan pangan.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  13:42 WIB
Produk benih yang dikembangkan Ewindo. - Istimewa
Produk benih yang dikembangkan Ewindo. - Istimewa

Bisnis.com, PURWAKARTA - PT East West Seed Indonesia (Ewindo) kembali memperkenalkan beberapa benih unggulan sebagai upaya mendukung program tersebut ketahanan dan kemandirian pangan.

Managing Director Ewindo Glenn Pardede mengatakan sebagai produsen benih perusahaannya turut andil untuk menyukseskan program ketahanan pangan.

"Saat ini, kami kembali kembangkan beberapa produk benih unggulan untuk para petani dan masyarakat," ujar Glenn dalam kegiatan Cap Panah Merah EXPO 2022 yang digelar secara virtual bersama ribuan petani dan para pedagang produk pertanian senusantara, Senin (21/2/2022).

Glenn menjelaskan untuk produk baru ini di antaranya benih Jagung Manis PERKASA F1, Cabai Rawit RAWITA F1, Melon ALINA F1, Bawang Merah Biji SANREN F1, Cabai Besar BAJA MC F1, Terong Ungu YUVITA F1, Mentimun NEW METAVY F1 dan ERINA F1, serta tomat GUSTAVI F1.

Menurut dia, ada beberapa keunggulan dari benih terbaru ini. Untuk Cabai rawit RAWITA F1 misalnya, itu diklaim memiliki kunggulan tahan terhadap serangan penyakit patek atau salah satu penyakit tanaman yang menjadi momok bagi petani karena dapat menyebabkan gagal panen.

Penyakit patek atau dikenal sebagai antraknosa misalnya dapat mengakibatkan kehilangan panen hingga 30 persen. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Colletotrichum Capsisi ini menginfeksi buah tanaman yg menyebabkan buah busuk kering hingga akhirnya rontok atau tidak bisa dipanen.

Tidak hanya tahan terhadap patek, potensi produksi Cabai RAWITA F1 juga sangat tinggi yaitu hingga 10-14 ton per hektarenya.

Selain itu, kualitas buah yang dihasilkan juga lebih seragam sehingga petani dapat menghemat biaya tenaga kerja. Buah seragam tentunya juga menguntungkan bagi pedagang, karena lebih menarik bagi pembeli apalagi cabai ini rasa yang sangat pedas.

Glenn menuturkan, selama pandemi ini perusahaanya tetap dituntut untuk terus produktif guna mendukung sektor pertanian di Indonesia. Tidak hanya terus melakukan riset dan pengembangan untuk mendapatkan varietas unggul, pandemi ini mendorong jajarannya untuk mempercepat proses penerapan teknologi digital.

"Saat ini, kami juga telah mengembangkan aplikasi Sipindo. Perangkat ini, untuk memudahkan para petani dalam mengakses informasi seputar pertanian," tambah dia.

Dia menambahkan, dalam Sipindo yang paling banyak dimanfaatkan petani diantaranya adalah fitur irigasi yang menyediakan rekomendasi pengairan/penyiraman bagi tanaman berdasarkan input data lokasi, fase pertumbuhan, dan waktu terakhir penyiraman.

Selain itu, pengguna juga banyak mengakses fitur toko pertanian dimana pengguna dapat menemukan toko terdekat di area mereka untuk membeli perlengkapan dan peralatan bertani. Fitur-fitur ini sangat membantu petani Indonesia di masa pandemi, terutama petani di daerah 3T (terluar, tertinggal, dan terdepan).

"Melalui Sipindo, kami juga memberikan kesempatan kepada para petani untuk berdiskusi langsung dengan para ahli budidaya dan penyakit tanaman. Petani juga dapat bertukar pengalaman dengan petani dari daerah lain untuk menambah wawasan dan mendapatkan informasi harga produk sayuran yang sangat penting bagi petani," kata dia.

Dia kembali menambahkan, sampai saat ini Ewindo telah memproduksi lebih dari 200 varietas benih sayuran dan holtikultura. Bahkan, sebagian produk benih tersebut juga menjadi kebutuhan ekspor.

Sedangkan, benih yang paling populer untuk di ekspor, di antaranya kangkung, kacang panjang, paria, labu, dan mentimun. Adapun sejumlah negara tujuan ekspor ini, seperti Jepang, Myanmar dan Thailand.

"Kami juga telah memproduksi benih bawang merah yang telah dikembangkan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Purwakarta," pungkasnya. (K60)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ewindo purwakarta
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top