Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumber Data Publikasi Pengujian PCR Pikobar Beralih ke Sistem NAR

Sepanjang tahun 2020-2021, tim Pikobar melakukan rekap data pengujian secara harian dengan mengambil dan melakukan kompilasi data gabungan dari 54 laboratorium (lab) melalui Google Form.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 13 Februari 2022  |  16:25 WIB
Sumber Data Publikasi Pengujian PCR Pikobar Beralih ke Sistem NAR
Pusat Informasi dan Koordinasi Covid/19 Jabar atau Pikobar
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG--Sumber pencatatan data pengujian Covid-19 di Jawa Barat yang ditampilkan di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar atau Pikobar, yang sebelumnya manual kini telah beralih ke sistem mahadata Kementerian Kesehatan National All Record.

Perpindahan sumber data pengujian ini dilakukan sebagai upaya dalam mewujudkan satu sumber data Covid-19.

"Dengan perpindahan (sumber) data ini manfaat bagi masyarakat dapat memperoleh informasi data yang seragam," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Nina Susana Dewi, Minggu (13/2/2022).

Sepanjang tahun 2020-2021, tim Pikobar melakukan rekap data pengujian secara harian dengan mengambil dan melakukan kompilasi data gabungan dari 54 laboratorium (lab) melalui Google Form dari laboratorium jejaring, koordinator wilayah, dan Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten. Adapun estimasi waktu pengolahan data dilakukan hingga empat jam setiap harinya.

Lebih lanjut Nina menuturkan, melalui sistem NAR, kini data agregat yang ditampilkan Pikobar akan bersumber dari 154 laboratorium di Jabar yang diakui pemerintah, di mana sasaran jumlah lab pencatatan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Ia juga menjelaskan, perpindahan sumber data dari pusat ini menyebabkan adanya lonjakan data pengujian yang signifikan, yakni sebanyak 2.076.506 data pengujian per 9 Februari 2022. Sementara, data pengujian pada 9 Februari sendiri mencapai 26.624 (diambil dari 154 lab).

"Setelah ada penyesuaian terhadap lonjakan data, ke depannya perbedaan data harian akan menipis menyesuaikan dengan keadaan di lapangan," ucapnya.

Selain melakukan penyesuaian terkait sumber data pengujian, Nina menambahkan, pada data pelacakan, dalam hal ini yang berkaitan dengan data kontak erat, suspek, dan probable akan dihilangkan dalam sementara waktu, yang nantinya disesuaikan dengan data yang bersumber dari aplikasi Silacak Kementerian Kesehatan RI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar Covid-19
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top