Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ratusan Komoditas Hasil Bumi Bakal Diekspor Via PT Pos Indonesia

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian melepas ekspor komoditas pertanian hasil bumi Jawa Barat senilai Rp33,8 miliar melalui jasa pengiriman Pos Indonesia.
Pelepasan ekspor komoditas pertanian hasil bumi Jawa Barat melalui jasa pengiriman PT Pos Indonesia./Bisnis-Dea Andriyawan
Pelepasan ekspor komoditas pertanian hasil bumi Jawa Barat melalui jasa pengiriman PT Pos Indonesia./Bisnis-Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian melepas ekspor komoditas pertanian hasil bumi Jawa Barat senilai Rp33,8 miliar melalui jasa pengiriman PT Pos Indonesia.

Hal tersebut mengawali kerja sama antara Kementerian Pertanian dan PT Pos Indonesia dalam proses ekspor 473 ragam komoditas ke 180 negara. 

Komoditas tersebut terdiri dari 454 jenis komoditas tumbuhan yang meliputi kopi, buah merah, rempah-rempah, temulawak, kunyit, beras, cengkeh, tanaman hias dan lain-lain. 

Selanjutnya 23 jenis komoditas hewan diantaranya daging sapi, sarang burung walet, bulu, kulit kambing, dan lainnya.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Junaidi yang mewakili Kepala Badan Karantina Pertanian, di Kantor Pusat Pos Indonesia, Kota Bandung, Jumat (4/2/2022). 

"Di masa pandemi, ekspor pertanian kita tetap berjalan dan bertumbuh, hal ini didorong oleh program pertanian baik on-farm maupun off-farm, serta kemudahan ekspor, salah satunya melalui jasa pengiriman pos," kata Junaidi. 

Lebih lanjut Junaidi menyampaikan saat ini masyarakat awam dan pelaku bisnis dengan sangat mudah bisa mendistribusikan hewan, tumbuhan dan produknya dari satu area ke area lain, salah satunya adalah melalui jasa layanan penyelenggara pos salah satu diantaranya adalah PT Pos Indonesia (Persero).

Sebagaimana amanah Undang-Undang perkarantinaan (UU 21/2019, pasal 1, angka 26) Nomor 21 Tahun 2019 Pasal (1) angka 26 yang menyebut Kantor Pos sebagai salah satu tempat pemasukan dan tempat pengeluaran. 

Hal ini sebagai upaya untuk mencegah masuk, keluar dan tersebarnya penyakit hewan dan tumbuhan karantina yang berbahaya yang kemungkinan terbawa oleh barang-barang kiriman yang dikirim melalui PT Pos Indonesia (Persero). 

Melalui Peraturan Menteri Pertanian, kemudian ditetapkan 37 unit pelaksana teknis Karantina Pertanian yang memiliki Wilayah Kerja (Wilker) Karantina di Kantor Pos milik PT Pos Indonesia di seluruh Indonesia sebagai tempat tindakan karantina.

Junaidi juga menjelaskan dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan perkarantinaan pertanian khususnya di Kantor Pos, karena itu diwujudkan dengan telah ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama antara Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan PT Pos Indonesia (Persero).

Sebagai informasi, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat nilai ekspor pertanian tahun 2019 hingga 2021 menunjukkan tren positif. 

Di 2020, nilai ekspor tercatat Rp451,7 triliun atau meningkat sebesar 15,79% dibandingkan pencapaian nilai ekspor tahun 2019 sebesar Rp390,16 triliun. Sementara di tahun 2021 tercatat mencapai Rp 625,01 triliun atau meningkat 38,6% persen dari nilai ekspor tahun 2020.

Sementara, ekspor pertanian melalui jasa pos tercatat berdasarkan data IQFAST, ekspor melalui jasa pengiriman pos sepanjang 2021 tercatat asal sub sektor hortikultura berada pada posisi tertinggi yaitu mencapai volume 164,2 ton dengan frekuensi sebanyak 5.076 kali, disusul komoditas asal sub sektor perkebunan dengan volume 103,8 ton dengan frekuensi pengiriman 653 kali. 

Selanjutnya komoditas asal subsektor peternakan dengan volume 39,2 ton dengan frekuensi 132 kali, di posisi berikutnya komoditas asal sub sektor tanaman pangan sebanyak 21,7 ton dengan frekuensi 13 kali dan posisi terakhir adalah komoditas asal sub sektor non perkebunan dengan frekuensi 11 kali serta total volume 3,4 ton.

Ekspor Pertanian Melalui Jasa Pengiriman

Direktur Kelembagaan PT Pos Indonesia (Persero) Nezar Patria yang hadir dan turut melepas ekspor menyebutkan pihaknya memiliki inovasi layanan berupa Pos Aja!. 

"Di era digital kamipun beradaptasi, agar lebih mudah dan makin banyak ekspor pertanian kita," kata Nezar.

Selain komoditas pertanian yang telah lama masuk di pasar dunia seperti sawit dan turunannya, kelapa, karet dan kopi, semakin banyak juga ragam komoditas baru yang diminati di pasar dunia. 

Ragam komoditas tersebut diantaranya asal subsektor perkebunan berupa pinang biji, porang asal subsektor tanaman pangan, rempah-rempah dan bunga melati asal sub sektor hortikultura, serta pakan ternak dan sarang burung walet asal subsektor peternakan yang menunjukan permintaan dari berbagai negara dengan tren meningkat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper