Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kota Bandung Dapat Suntikan Rp4 Miliar untuk Fasilitas Ruang Isolasi

Pemerintah Kota Bandung mendapatkan suntikan Rp4 miliar untuk penyediaan layanan fasilitas isolasi pasien Covid-19 yang kebutuhannya terus meningkat.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  10:37 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung mendapatkan suntikan Rp4 miliar untuk penyediaan layanan fasilitas isolasi pasien Covid-19 yang kebutuhannya terus meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita mengatakan anggaran tersebut bersumber dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) Pemerintah Pusat.

Menurut Rita anggaran tersebut sudah digunakan untuk pengadaan tiga rumah isolasi di hotel S, U dan C yang saat ini sudah terisi full. Kini Dinkes kata Rita pihaknya tengah fokus untuk penyediaan rumah isolasi di kawasan Pasteur.

"Seluruh fasilitas rumah isolasi masih full hingga sekarang. Kami lagi pengupayakan kembali penyediaan rumah isolasi di kawasan Pasteur," papar Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita saat dihubungi wartawan, Selasa (15/12/2020).

Lebih lanjut, anggaran tersebut juga digunakan untuk mengcover biaya pasien Covid-19 selama di rumah isolasi. Mulai dari makan, snack, tenaga medis, hingga vitamin.

Untuk kondisi saat ini, tidak hanya ruang isolasi di rumah sakit yang full, rumah isolasi pun penuh kini sudah waiting list.

Untuk pasien Covid-19 yang ada di 27 Rumah Sakit (RS) menurutnya masih banyak diisi pasien yang berasal dari luar Kota Bandung.

"Sekarang sekitar 42% pasien Covid-19 di RS Kota Bandung berasal dari luar Kota Bandung. Masih belum ada penurunan. Yang pasti sekarang kita fokus kepada fasilitas ruang isolasi dan juga rumah isolasi karena pasien Covid-19 terus mengalami kenaikan," katanya.

Sebelumnya, 900 unit tempat tidur ruang isolasi di 27 Rumah Sakit di Kota Bandung sudah terisi 92%. Sementara 41% pasien yang terpapar Covid-19 diantaranya berasal dari luar Kota Bandung dan 58% lebih merupakan pasien penduduk asal Kota Bandung.

"Penduduk (pasien) yang ngisinya itu penduduk Bandung 58 sekian persen, 41 sekian persennya berasal dari luar Bandung tapi kan kita tidak bisa menolak orang yang dirawat," ujar Oded, kepada wartawan di Balai Kota Bandung.

Dijelaskannya, penduduk luar Bandung yang dirawat di Kota Bandung berasal dari wilayah Bandung Raya seperti Sumedang, Bandung Barat, Cimahi maupun Kabupaten Bandung. Meski keterisian kamar tidur tinggi, menurutnya rumah sakit rujukan di Kota Bandung terus berupaya menambah fasilitas tempat tidur untuk pasien yang terpapar Covid-19.

Lebih jauh ia menyampaikan, pihaknya pun terus berupaya menambah tempat tidur, diantaranya tempat di Jalan Supratman ada 10 unit.

"Termasuk rumah sakit rujukan yang didorong menambah tempat tidur untuk pasien yang terpapar covid-19," paparnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Ema Sumarna memaparkan, Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) terus juga menambah tempat tidur dan diperkirakan total tempat tidur di lantai 11 dapat mencapai 70 unit. Ia pun mengatakan, tenaga kesehatan terus disiapkan dan ditambah agar dapat merawat pasien.

"Mudah-mudahan seiring dengan banyak kesembuhan mereka keluar, kalau ada yang terpapar bisa masuk," katanya. (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top