‎Di Kuningan Bisa Menikmati Kopi Sambil Melihat Pemandangan dari Atas Ketinggian

Menikmati secangkir kopi di kedai kopi atau coffee shop di wilayah perkotaan mungkin adalah sesuatu hal biasa. Tetapi di Kabupaten Kuningan, pencinta kopi bisa merasakan sensasi berbeda yang jarang ditemukan di daerah lain.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  10:29 WIB
‎Di Kuningan Bisa Menikmati Kopi Sambil Melihat Pemandangan dari Atas Ketinggian
Salah satu sudut untuk menikmati kopi di Waja Kopi Kuningan - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Menikmati secangkir kopi di kedai kopi atau coffee shop di wilayah perkotaan mungkin adalah sesuatu hal biasa. Tetapi di Kabupaten Kuningan, pencinta kopi bisa merasakan sensasi berbeda yang jarang ditemukan di daerah lain.

Sensasi berbeda itu bisa dirasakan di Bukit Sukageuri yang berada di kawasan kaki Gunung Ciremai, yaitu Waja Kopi.

Dibangun pada 2018, Waja Kopi memiliki arti waruga (tubuh) dan jagat (semesta), yang berarti menyatukan dengan semesta. Kedai tersebut dibangun oleh dua orang warga Kabupaten Kuningan, yaitu Dani Ramdani‎ dan Eka Nugraha.

Pada 2017 saat Bukit Sukageuri dibuka menjadi objek wisata, salah seorang kerabat mengabarkan kepada Dani kalau tempat itu bisa secara langsung melihat wilayah Kuningan dan Cirebon dari atas ketinggian serta menyaksikan pemandangan matahari terbit.

Potensi tersebut kemudian dibicarakan oleh Dani kepada Eka, lalu memutuskan berpindah dari kawasan car free day ke Bukit Sukageuri.

"Mungkin kalau ngopi di kota sudah biasa dan sangat banyak. Kami memutuskan pindah, mungkin saja menjadi daya tarik. Kami mengklaim itu paling tinggi karena berada di atas ketinggian 1078 mdpl," kata Dani di Kabupaten Kuningan, Minggu (9/2/2020).

Sama dengan kedai kopi lainnya, Waja Kopi menyajikan sejumlah menu, yakni cappucino, americano, espresso, V60, vietnam drip, kopi susu, kopi sejagat, dan berbagai menu kopi lainnya. Harga mulai dari Rp10.000 sampai Rp50.000, dalam satu bulan mampu meraup omzet hingga belasan juta rupiah.

Kopi yang digunakan untuk disajikan kepada pengunjung merupakan kopi lokal, yaitu arabika Darma, arabika Palutungan, arabika Cibunar, robusta Gunung Aci, dan robusta Cibereum.

"Ini juga sebagai cara untuk mengenalkan kopi lokal kepada masyarakat luas," katanya.

Pengunjung kedai kopi tersebut yakni sebagian besar dari luar Kabupaten Kuningan, yaitu dari Cirebon, Majalengka, Indramayu, Jakarta, Bekasi, Bandung, dan Depok‎.

"Mereka tahu dari media sosial. Waktu ditanya ya ingin merasakan sesuatu yang beda," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cirebon

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top