Majalengka Beri Perhatian Khusus pada Pasien ODGJ

Sampai akhir tahun 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka mencatat ada sedikitnya 1.100 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sebagian besar penderita ganguan jiwa diakibatkan faktor bawaan 60% dan lainnya karena faktor masalah kehidupan dan depresi.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  17:46 WIB
Majalengka Beri Perhatian Khusus pada Pasien ODGJ
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MAJALENGKA--Sampai akhir tahun 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka mencatat ada sedikitnya 1.100 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sebagian besar penderita ganguan jiwa diakibatkan faktor bawaan 60% dan lainnya karena faktor masalah kehidupan dan depresi.

“Pada tanggal 17 Desember 2019 kita telah mengirimkan 32 orang dengan ganguan jiwa untuk dilakukan pengobatan di RS Jiwa Marzoeki Mahdi, Bogor, dan selama 21 hari dirawat di sana Alhamdulilah hari ini mereka kembali dengan banyak perubahan, mereka sudah kelihatan normal tapi perawatan masih kita lakukan dengan pemberian obat secara rutin”, tutur Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, H. Alimudin,Selasa (14/1/2020).

“Diharapkan dengan pengobatan dan perawatan secara bertahap ini jumlah orang dengan ganguan jiwa (ODGJ) di Majalengka akan berkurang. Sekaligus merealisasikan tekad Majalengka bebas pasung di tahun 2020”, jelas Ali.

Promotor kesehatan jiwa Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Iyep Yudiana mengingatkan agar para pasien pasca rawat ODGJ harus rutin meminum obat dan berkonsultasi dengan dokter pada puskesmas maupun rumah sakit setempat.“Tak lupa, pihak keluarga juga harus menjalin komunikasi hangat dengan pasien pasca rawat ODGJ,” paparnya.

Selain itu, dia meminta pihak keluarga untuk membiarkan pasien pasca rawat ODGJ beraktivitas. Aktivitas yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan dilakukan bertahap.

Kepulangan ke-32 pasien pasca rawat ODGJ Kabupaten Majalengka, sebagian besar dikatakan pulih terkontrol. Fungsi fisik seperti bisa jalan, fungsi sosial seperti bersalaman dan bertegur sapa, mereka bisa lakukan.“Saya berharap fungsikan kembali mereka, karena mereka juga punya cita-cita untuk kembali berada di tengah-tengah masyarakat bisa hidup secara normal lagi”, tutur Iyep.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
majalengka

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top