Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sekda Jabar Dorong Langkah Intervensi Tekan Inflasi di Subang

Herman mengatakan langkah cepat diperlukan mengingat per Maret 2024 lalu inflasi tertinggi di Jawa Barat terjadi di Subang dengan 4,69%.
Sekda Jawa Barat Herman Suryatman
Sekda Jawa Barat Herman Suryatman

Bisnis.com, BANDUNG--Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar melakukan langkah intervensi membantu Kabupaten Subang dalam menurunkan angka inflasi.

Herman mengatakan langkah cepat diperlukan mengingat per Maret 2024 lalu inflasi tertinggi di Jawa Barat terjadi di Subang dengan 4,69%. Sedangkan terendah di Kota Bandung, dengan 2,58%. 

"Subang kita genjot, kita hadirkan operasi pasar dari provinsi kemudian dari pemkab juga ditambah gerakan pangan murah," katanya di Bandung, Kamis (4/4/2024).

Pihaknya juga menekankan jika selain operasi pasar, ada gerakan pangan murah yang sudah digelar sebanyak 76 kali di 27 kabupaten dan kota. Menurutnya beberapa hari terakhir jelang lebaran akan dioptimalkan untuk menekan inflasi.

"Kita akan tuntaskan waktu masih memadai di Jabar puncak lebaran inflasi terkendali dengan indikasi yang pertama harga terjangkau stok tersedia makanya kami konsen dengan itu," tuturnya.

Herman menilai urusan pengendalian inflasi mesti ditopang berbagai hal mulai dari komunikasi antar stakeholder, transportasi dan kolaborasi antar pihak.

"Komunikasi harus efektif kalau ada dinamika langsung intervensi transportasi juga harus lancar dishub sudah kami tugaskan. Inflasi Jabar harus terkendali dengan kolaborasi," tuturnya.

Karena itu dia meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat untuk proaktif membantu pemerintah kabupaten seperti Subang. Sesuai instruksi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin tentang pengendalian inflasi, maka pihaknya akan berupaya proaktif dalam membantu kabupaten/kota.

Harapannya, harga semua komoditas pokok seluruh daerah di Jawa Barat dapat terkendali dan daya beli masyarakat terjaga. "Tidak nyendol kalau dalam bahasa lembur mah. Kita yang harus kasih umpan terobosan ke kabupaten/kota," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper