Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SAFARI RAMADAN: UMKM Kue Kering Mendulang Berkah Menjelang Hari Raya Idulfitri

Seiring dengan mendekatnya Hari Raya Idulfitri, bisnis kue kering kembali meramaikan persaingan pasar karena permintaan pelanggan yang tinggi.
Aneka kue kering/Istimewa
Aneka kue kering/Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Seiring dengan mendekatnya Hari Raya Idulfitri, bisnis kue kering kembali meramaikan persaingan pasar karena permintaan pelanggan yang tinggi. Di antara berbagai penjual kue kering yang bertebaran, UMKM yang memproduksi kue kering itu salah satunya adalah "Setahun Sekali Cookies".

Di balik namanya yang unik, Aneu, sang pemilik usaha, berbagi cerita tentang perjalanan panjangnya dalam merintis usaha kue kering ini. Sesuai namnaya, Ia hanya menjual kue kering setahun sekali, yaitu ketika momen awal Ramadan sampai Hari Raya Idulfitri saja.

“Alasan menjual hanya saat lebaran adalah karena jika menjual pada momen lain atau hari biasa hasilnya kurang memuaskan,” jelasnya kepada Bisnis.

Usahanya sudah berjalan sejak tahun 2013 hingga kini dengan selalu berinovasi mengembangkan jenis produk-produk kuenya. "Setahun Sekali Cookies" hadir dengan dua pilihan variasi, yakni premium dan paket hemat. Meski terbatas pada momen Lebaran saja, namun kue-kue ini tak pernah mengecewakan dan selalu diburu oleh konsumennya.

Ragam kue yang ditawarkan pun begitu beragam, mulai dari kastengel, salju crunchy, choco salty, palm cheese, nastar, sagu, hingga garlic. Setiap tahun, Aneu selalu memberikan kejutan dengan merubah variasi kue-kue produksinya. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp35.000-Rp140.000, sesuai dengan jenis dan kualitas kue yang dipilih.

Meski mengalami fluktuasi dalam penjualan, namun usaha Aneu ini tetap tegar berdiri. Tahun ini, meski penjualan kue premium sedikit menurun, namun yang paket hemat justru mengalami peningkatan. Hal ini kontras dengan tahun sebelumnya, yang menunjukkan dinamika pasar yang selalu berubah-ubah.

Faktor harga bahan baku yang semakin tinggi menjadi salah satu tantangan bagi Aneu. Meski demikian, ia memilih untuk tidak menaikkan harga jual kue-kue tersebut, untuk menjaga kepuasan pelanggannya.

Aneu juga membagikan bahwa beberapa jenis kue, seperti nastar dan kastengel, mengalami kenaikan harga sebagai dampak dari kenaikan harga bahan baku seperti keju, telur, dan margarin. Namun, keputusannya untuk tetap menjaga harga tetap stabil dengan beberapa penyesuaian strategis menjadi bentuk komitmen kepada pelanggannya.

“Harga bahan pokok semakin tinggi itu berpengaruh ke penjualan, tapi saya gabisa naikin harga kuenya untuk pelanggan, nanti pelanggan pada gamau. Paling ada beberapa jenis kue yang dinaikin harganya tapi gak bisa banyak-banyak juga. Saya ngambilnya dari subsidi silang jadinya,” katanya.

UMKM "Setahun Sekali Cookies" dijalankan sendiri oleh keluarga Aneu. Dari produksi hingga pemasaran, semuanya dijalankan oleh anggota keluarga yang saling. Omzet yang berhasil mereka raih mencapai Rp25 juta.

“Kalau awal-awal (Ramadan) masih sepi, tapi mendekati lebaran dan mau tutup PO (pre-order) itu yang beli semakin banyak.”

Mendekati Ramadan, permintaan akan kue-kue kering ini semakin meningkat. Mayoritas pelanggan adalah teman dan langganan setia yang sudah lama, namun Aneu juga membuka peluang bagi mereka yang ingin menjadi reseller. Dengan harapan agar usahanya semakin berkembang dan tidak tergerus oleh persaingan dari usaha- usaha baru yang sedang tren, Aneu berharap agar promosi yang dilakukan tetap bisa mempertahankan eksistensi "Setahun Sekali Cookies" di pasaran.

Konten ini merupakan bagian dari pemberitaan program Safari Ramadan, yang disponsori oleh Bank Jabar Banten (BJB), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan JNE.

(Dini Putri Rahmayanti)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper