Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perayaan 1 Dekade, Gibran Kenang Perjalanan Membangun eFishery

Gibran tak pernah menyangka perusahaan yang mulanya dibuat 10 tahun lalu bersama dua orang temannya kini berkembang dan menjadi Unicorn.
Perayaan 1 Dekade eFishery, di Sabuga, Kota Bandung, Rabu (11/10/2023).
Perayaan 1 Dekade eFishery, di Sabuga, Kota Bandung, Rabu (11/10/2023).

Bisnis.com, BANDUNG -- Siapa sangka, Unicorn asal Kota Bandung eFishery ternyata berdiri kokoh hingga satu dekade ini bermula dari pengalaman tak mengenakan dari CEO & Co-Founder eFishery Gibran Huzaifah, yang mengaku pernah merasakan kelaparan dalam tiga hari berturut-turut. 

Dari proses tersebut, akhirnya ia memiliki mimpi dan janji untuk berkontribusi terhadap permasalahan kelaparan yang menjadi mimpi pertama lahirnya eFishery.

"Saya pribadi pernah kelaparan tiga hari berturut-turut, dan setelah menempuh proses itu saya berjanji pada diri saya, sebelum saya mati saya ingin berkontribusi untuk mengatasi kelaparan, itu adalah mimpi nomor satu dari eFishery," imbuhnya saat saat sambutan perayaan 1 Dekade eFishery, di Sabuga, Kota Bandung, Rabu (11/10/2023).

Mimpi kedua dan ketiga lahir dari para founder lainnya, yakni bagaimana mengembalikan fitrah teknologi yakni menjadi solusi terhadap permasalahan fundamental manusia serta menjadikannya sebagai perusahaan yang memiliki daya saing.

"Co-Founder eFishery juga Krisna, ingin menjadikan teknologi sebagai mestinya, yaitu menyelesaikan permasalahan fundamental yang ada di masyarakat. Itulah yang menjadi mimpi kedua kita, membangun teknologi yang terjangkau untuk masyarakat yang ada di desa-desa, supaya masalah bangsa bisa selesai dengan teknologi," jelasnya.

Berangkat dari tiga mimpi ini, Gibran tak pernah menyangka perusahaan yang mulanya dibuat 10 tahun lalu bersama dua orang temannya di suatu kontrakan di daerah Dago, Kota Bandung kini berkembang dan menjadi Unicorn. 

Saat ini, eFishery telah mendisrupsi metode budi daya ikan dan udang tradisional dengan menyediakan solusi terintegrasi dalam ekosistem akuakultur dengan menawarkan platform end-to-end terhadap akses ketersediaan pakan, pendanaan, dan pasar untuk pembudidaya ikan dan udang melalui inovasi berbasis teknologi.

Saat ini, eFishery telah tumbuh bersama 200.000 pembudidaya ikan dan petambak udang di 280 kota dan kabupaten di Indonesia dalam ekosistem yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Selama perjalanannya, eFishery telah berhasil memfasilitasi Rp8 triliun total transaksi penjualan ikan dan udang, serta Rp4 triliun total transaksi penjualan pakan ikan dan udang.

Selain itu, eFishery juga telah menggandeng beberapa institusi finansial yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Bank OCBC NISP, Amartha, Investree, dan Kredivo untuk memberikan akses ekonomi digital yang inklusif bagi para pembudidaya ikan dan petambak udang melalui program Kabayan (Kasih, Bayar Nanti). Total dana yang telah disalurkan sebesar Rp1,07 triliun untuk 24.000 pembudidaya ikan dan petambak udang di seluruh Indonesia.

“Ketika pertama kali eFishery hadir di Indonesia, industri akuakultur masih merupakan industri yang belum banyak dilirik orang, sementara potensi dan pasarnya masih sangat menjanjikan bila dimanfaatkan dengan baik. Nyatanya, industri perikanan Indonesia tumbuh dengan sangat pesat dalam beberapa tahun belakangan dan saat ini telah cukup banyak perusahaan yang turut berpartisipasi dalam sektor perikanan budi daya dan perikanan tangkap dengan fokus yang berbeda. Segala hal yang hadir dalam industri ini menjadi sebuah pencapaian, yang membuktikan bahwa makin banyak pihak yang peduli dengan masalah yang ada,” ujar Gibran. 

Produk pertamanya, eFeeder, alat pemberi pakan ikan otomatis, mampu mempercepat siklus panen hingga 74 hari dan meningkatkan efisiensi pakan hingga 30 persen.

Di sisi lain, realisasi program Kabayan meningkat 2,5 kali tiap tahunnya, yang memungkinkan pembudidaya bisa mendapat akses ke dukungan finansial sampai dengan Rp45 juta per orang. Hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 2022 juga menemukan bahwa ekosistem eFishery berkontribusi sebesar Rp3,4 triliun atau setara 1,55 persen terhadap PDB sektor akuakultur Indonesia. 

"Kami percaya bahwa dengan bekerja sama dan memupuk kolaborasi selama 10 tahun terakhir, eFishery dapat menembus batas-batas di industri akuakultur dan mencapai hasil yang luar biasa,” tambah Gibran.

Perayaan hari jadi ke-10 ini juga menandai secara resmi berdirinya Koperasi Multi Pihak Tumbuh Bersama Pembudidaya. Dengan menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM, Koperasi Multi Pihak Tumbuh Bersama Pembudidaya menjadi koperasi dengan ekosistem digital pertama di Indonesia yang dapat memberikan kemudahan serta manfaat yang lebih besar bagi para pembudidaya ikan dan petambak udang dari hulu hingga hilir.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper