Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dinkes Jabar Minta Warga Waspadai Virus COVID-19 Varian Eris

Berdasarkan laporan terbaru dari kabupaten dan kota di Jabar, saat ini belum ditemukan kasus Covid-19 varian Eris.
Tangkapan layar- Ilustrasi Virus Corona varian Omicron. JIBI/Bisnis-Nancy Junita
Tangkapan layar- Ilustrasi Virus Corona varian Omicron. JIBI/Bisnis-Nancy Junita

Bisnis.com,BANDUNG—Dinas Kesehatan Jawa Barat atau Dinkes Jabar meminta masyarakat untuk mewaspadai varian baru Covid-19, Omicron EG.5.1 alias Eris.

Tim Kerja surveilens dan Imunisasi Dinkes Jabar, Dewi Ambarwati mengatakan, peringatan waspada dan upaya penanganan pada varian Covid-19 Eris sudah disampaikan pada kabupaten dan kota usai Menkes menyatakan virus itu telah masuk Indonesia. 

"Dengan adanya peringatan dari kementerian, dan sudah ada kasus juga yah di Indonesia bulan Maret kemarin yang di Jakarta, itu kita juga warning surveillance di lapangan kalau ada gejala seperti ini melakukan tes PCR," katanya, Senin (14/8/2023).

Berdasarkan laporan terbaru dari kabupaten dan kota di Jabar, saat ini belum ditemukan kasus Covid-19 varian Eris. Namun, pihaknya meminta agar masyarakat harus tetap waspada. 

"Kalau di Jabar sampai dengan saat ini kita belum dapat laporan dari Kabupaten dan kota untuk varian ini. Tapi kan sekarang kita sudah endemis untuk covid ini kita sudah masuk dalam penyakit yang kita pantau," ungkapnya. 

Soal penerapan penggunaan masker saat berkegiatan, pemerintah sudah membebaskan pada masyarakat. Namun, untuk warga yang tengah sakit, disarankannya agar mengenakan masker. 

"Sekarang gejala Eris seperti flu biasa yah. Secara aturan negara Presiden juga membolehkan tidak bermasker, jadi ini bergeser pada yang sakit. Untuk sakit gak enak badan kita imbau untuk menggunakan masker, kita edukasi ke masyarakat," katanya. 

Menurutnya varian Eris bisa menyerang semua usia. Namun, untuk yang paling berpotensi terkena yaitu masyarakat yang sudah dinyatakan komorbid Diabetes melitus (DM). Masyarakat yang memiliki penyakit bawaan itu berpotensi terkena covid varian baru tersebut. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper