Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IPM Kota Cirebon Tertinggi di Ciayumajakuning, Indramayu Paling Rendah

IPM Kabupaten Kota Cirebon tertinggi di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) pada 2022 ini.
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, CIREBON - lndeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Kota Cirebon tertinggi di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) pada 2022 ini.

Sedangkan IPM paling rendah di wilayah Ciayumajakuning diduduki oleh Kabupaten Indramayu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Kota Cirebon sebesar 75,85 persen atau tinggi.

Sementara, untuk wilayah lainnya yaitu, Kabupaten Kuningan mencapai indeks sebesar 70,16 persen (tinggi), Kabupaten Cirebon 70,06 persen (tinggi), Kabupaten Majalengka 68,56 persen (sedang), dan Kabupaten Indramayu 68,55 persen (sedang).

Kepala BPS Kota Cirebon Joni Kasmuri mengatakan IPM Kota Cirebon terus mengalami kemajuan sejak 2010. Dari 70,74 persen hingga menembus angka 75,89 persen.

Menurut Joni, selama periode tersebutIPM Kota Cirebon rata-rata tumbuh sebesar 0,59 persen per tahun.

“Pada tahun 2022 IPM Kota Cirebon tumbuh 0,85 persen jika dibandingkan tahun 2021 atau mengalami percepatan pertumbuhan jika dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang sebesar 0,48 persen,” kata Joni di Kota Cirebon, Kamis (15/12/2022).

Joni mengatakan, pertumbuhan IPM 2022 mengalami percepatan dari tahun sebelumnya. Seluruh dimensi IPM mengalami peningkatan terutama dimensi pengetahuan dan standar hidup layak.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada 2022 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 72,74 tahun, lebih lama 0,30 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.

Kemudian, pada dimensi pengetahuan, pada 2022 anak-anak berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 13,14 tahun atau setara dengan lamanya waktu untuk menamatkan pendidikan hingga setingkat Diploma I.

“Sementara, untuk dimensi standa standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita (yang disesuaikan) meningkat 277 ribu rupiah (2,35 persen) dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Joni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Hakim Baihaqi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper