Meski Kasus Meningkat, Sumedang Belum Masuk KLB DBD

Kasus DBD selalu bertambah setiap tahunnya sehingga memang diperlukan penanganan untuk kasus ini.
Pasien demam berdarah dengue (DBD) tengah dirawat di salah satu ruangan/Antara
Pasien demam berdarah dengue (DBD) tengah dirawat di salah satu ruangan/Antara

Bisnis.com, SUMEDANG - Kabupaten Sumedang dipastikan tidak dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Reny Kurniawati Anton mengatakan kesimpulan tersebut berdasarkan peraturan dari Kementerian Kesehatan RI, suatu daerah akan berstatus KLB apabila case fatality rate (CFR) atau angka kematian minimal 1 persen dari total kasus.

Namun, ia tidak memungkiri memang kasus DBD selalu bertambah setiap tahunnya sehingga memang diperlukan penanganan untuk kasus ini.

"Tahun 2022 hingga bulan September kemarin kasus DBD di Sumedang 1.648, dengan angka kematian 14 kasus. Jadi Sumedang tidak sedang KLB," kata Reny, dikutip Senin (17/10/2022).

Memang, kata Reny, jika melihat angka CFR DBD di Sumedang, mendekati 1 persen. Kemenkes RI, juga menargetkan CFR dibawah angka 1 persen, agar tidak berstatus KLB.

"Target dari Kementerian Kesehatan CFR kita kurang dari 1 persen, dan kami masih masuk di dalam target itu," katanya

Menurutnya, untuk menangani kasus DBD di Sumedang, Dinas Kesehatan selalu memperbaiki setiap level pelayanan, dari mulai tingkat desa, Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan rujukan ke rumah sakit.

Sehingga pihaknya bisa memberikan layanan penanganan DBD yang cepat kepada masyarakat. Kemudian, juga meningkatkan kemampuan nakes dalam melayani kasus DBD.

"Kemudian satu lagi, Dinas Kesehatan selalu membuat kegiatan yang akselerasi dengan masyarakat, yaitu gerakan satu rumah satu jumantik. Ini yang harus kami genjot, supaya masyarakat juga memberikan kontribusinya kepada masyarakat lain. Dimana seseorang di satu rumah harus menjadi kader jumantik, sehingga penyebaran DBD yang notabene vektornya adalah nyamuk bisa kami atasi," katanya. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dea Andriyawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper