Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dinas Pertanian Karawang Targetkan 1.000 Ha Sawah Bisa Empat Kali Tanam Selama 2022

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang M Hanafi Chaniago mengatakan selama ini IP padi di wilayahnya mayoritas hanya dua kali tanam dalam setahun atau disebut IP 200.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  14:50 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, KARAWANG - Dinas Pertanian Kabupaten Karawang menargetkan 1.000 hektare sawah bisa melakukan empat kali tanam dan empat kali panen sepanjang 2022. Ribuan hektare ini, menjadi fokus utama dalam program peningkatan indeks pertanaman (IP).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang M Hanafi Chaniago mengatakan selama ini IP padi di wilayahnya mayoritas hanya dua kali tanam dalam setahun atau disebut IP 200. Tetapi, ada juga yang sudah menerapkan IP 300, yang artinya bisa tanam dan panen tiga kali.

"Tahun ini, kita ditargetkan untuk peningkatan indeks pertanaman," ujarnya, kepada Bisnis.com, Kamis (13/1/2022).

Yang tadinya IP 200 menjadi IP 300. Sedangkan, yang sudah IP 300 ditingkatkan lagi menjadi IP 400, atau empat kali tanam dan panen sepanjang tahun ini.

Untuk yang IP 300 meningkat ke IP 400, lanjut Hanafi, ditargetkan ada 1.000 hektare. Jadi, kedepan sepanjang tahun areal persawahan ini akan terus ditanami padi, tanpa jeda.

Akan tetapi, untuk mewujudkan target ini perlu adanya fokus utama permasalahan. Yaitu, jaminan ketersediaan air sama pasokan pupuk bersubsidi. Lantaran, dua komponen ini menjadi kunci utama kesuksesan program IP 400 tersebut.

"Kita akan koordinasi dengan PJT II Jatiluhur soal jaminan suplai airnya. Serta dengan Pupuk Kujang, soal jaminan pupuk bersubsidinya," ujarnya.

Terkait dengan pupuk, tahun ini pihaknha mengalokasikan kebutuhan pupuk bersubsidi yang totalnya mencapai 110.528 ton.

Alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi itu sudah disampaikan ke Pemprov Jawa Barat. Dari total kebutuhan pupuk bersubsidi yang mencapai 110.528 ton itu, rinciannya adalah sebanyak 64.060 ton pupuk urea, sebanyak 314 ton pupuk SP-36, dan 11 ton pupuk ZA.

Alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi lainnya, ialah pupuk NPK sebanyak 26.362 ton, pupuk Organik granul 8.998 ton. Serta, sebanyak 10.783 ton pupuk Organik cair.

Hanafi menyebutkan, alokasi pupuk bersubsidi itu sendiri sudah disampaikan. Guna, memenuhi kebutuhan pemupukan di areal sawah sekitar Karawang yang total luas bakunya, mencapai 94.517 hektare. (K60)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karawang produksi padi
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top