Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jasa Sarana Kantongi Kerja Sama Pembiayaan Infrastruktur Rp550 Miliar

Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan dua kesepakatan kerja sama bersama PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) ini untuk membiayai proyek infrastruktur strategis di Jawa Barat.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  14:27 WIB
Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq (kedua kanan) menandatangani kesepakatan kerja sama pembiayaan dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI). - Istimewa
Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq (kedua kanan) menandatangani kesepakatan kerja sama pembiayaan dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI). - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG — BUMD PT Jasa Sarana menjalin kerja sama pembiayaan infrastruktur dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI).

Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan dua kesepakatan kerja sama bersama PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) ini untuk membiayai proyek infrastruktur strategis di Jawa Barat.

Selaku agent of development, pihaknya mengedepankan komitmen untuk terus berperan aktif mendukung pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Jawa Barat melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

"Pada WJIS 2021 ini, kami menandatangani kesepakatan kerja sama terkait investasi dan pembiayaan proyek infrastruktur strategis di wilayah Jawa Barat. Terkait nilai investasinya, sekitar Rp550 miliar dan rencananya diperuntukkan bagi pengembangan strategis entitas perusahaan anak yang potensial dan Proyek Infrastruktur lainnya di Jawa Barat," katanya dalam rilis resmi, Selasa (26/10/2021).

Direktur IIF Reynaldi Hermansjah mengatakan kerja sama dengan Jasa Sarana diharapkan membuka banyak peluang dan kerja sama bisnis lain selain pengembangan infrastruktur berkelanjutan.

“Hal ini tidak saja untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Jawa Barat namun sebagai upaya kami untuk menjajaki peluang pengembangan bisnis berbagai sektor lainnya, sehingga mampu meraih dampak signifikan bagi peningkatan perekonomian di Provinsi Jawa Barat pada era pascapandemi,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya menawarkan proyek-proyek infrastruktur dalam ajang The 3rd West Java Investment Summit (WJIS) 2021 yang digelar dua hari di Savoy Homann, Kota Bandung, 21-22 Oktober 2021.

Lewat kerja sama senilai Rp14 triliun antara BUMD PT Jasa Sarana dan Australia Docta dan Aspen Medical, Ridwan Kamil berencana membangun 23 rumah sakit baru dan 650 layanan kesehatan keliling. Proyek non APBD ini direncanakan akan memulai pembangunan fisik pertama akhir 2021 ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMD Jabar WJIS
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top